Kota, Selama 7 hari razia balon dari mulai hari H Idul Fitri 1442 H, Anggota Polsek Ponorogo yang di bantu anggota BKO (Bawah Kendali Operasi) dari Polres Ponorogo pada Rabu (19/5/21) masih ada lagi balon yang di terbangkan warga masyarakat Ponorogo. Terbukti saat razia tersebut masih mengamankan satu balon udara yang jatuh dilahan persawahan di Kelurahan Kepatihan Ponorogo. Balon tersebut merupakan balon yang sudah terbang namun jatuh karena api balon tersebut padam.
Hal tersebut di benarkan Kapolsek Ponorogo AKP Haryo Kusbintoro, SH yang ikut dalam kegiatan razia balon tersebut.
Kapolsek Ponorogo mengatakan bahwa balon-balon udara yang di dapat dimungkinkan balon yang di terbangkan dari Wilayah/Kecamatan lain sampai di wilayah udara kota api padam dan akhirnya jatuh yang kemudian di amankan oleh anggota.
"Hari ini H+7 masih kita dapatkan balon yang jatuh dipersawahan Kelurahan Kepatihan dengan ukuran berdiameter 3 meter dengan panjang sekitar 15 meter, namun saat di temukan sudah jatuh dan api sudah padam." Jelas AKP Haryo Kusbintoro, SH.
Di jelaskan lebih lanjut sebenarnya himbauan larangan maupun sanksi bagi yang menerbangkan balon udara sudah di sampaikan jauh hari sebelum lebaran namun masih adanya warga masyarakat yang menganggap balon udara merupakan tradisi maka masih banyak balon udara yang terbang di udara.
"Himbauan larangan sudah kita berikan baik lewat pamflet maupun spanduk jauh sebelum lebaran, sampai sanksi bagi yang menaikkan kita cantumkan, namun masih ada balon yang terbang." terang Kapolsek Ponorogo.
"Tahun ini balon udara yang terbang sudah berkurang dari tahun kemarin pada lebaran 2020, untuk wilayah kota nihil warga yang membuat balon udara."lanjutnya.
Selain mengamankan balon udara dalam razia tersebut Polisi juga mengamankan puluhan petasan berbagai jenis dan ukuran yang di sita dari warga masyarakat yang belum sempat di bunyikan.
Sesuai dengan pasal 411 Undang undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan, menerbangkan balon udara dapat menganggu lalu lintas penerbangan dan membahayakan penumpang pesawat, bahwa setiap pelanggar dapat diancam pidana dua tahun penjara dan denda Rp 500 juta.
"Diucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah sadar akan bahaya menerbangkan balon udara sehingga tidak lagi membuat dan menerbangkan balon udara."pungkasnya
إرسال تعليق