
nusamedia – Tambusai Utara, Rohul
Klarifikasi tegas disampaikan pihak SD Negeri 002 Tambusai Utara, menyusul beredarnya pemberitaan di sejumlah media massa yang menyoroti dugaan penyelewengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kepala sekolah menegaskan, seluruh pengelolaan dana BOS telah dilakukan sesuai aturan dan tidak ada penyalahgunaan.
Kepala sekolah, Fitri Yenti Basir, menyatakan pihaknya telah menjalani pemeriksaan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rokan Hulu, dan hasilnya tidak menemukan pelanggaran.
“Kami tegaskan, pemberitaan yang menyebut adanya penyalahgunaan dana BOS tidak benar. Kami sudah diperiksa dinas, dan seluruh penggunaan dana sudah sesuai tupoksi dan aturan yang berlaku,” ujar Fitri Yenti Basir kepada wartawan di Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu.
Isu Bermula dari Pemberitaan Media
Sebelumnya, media Tempo86.com memuat laporan yang menyebut pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut menjadi sorotan masyarakat dan wali murid. Isu yang berkembang bahkan mengarah pada dugaan konflik kepentingan, menyusul informasi bahwa suami kepala sekolah, Sahrudin, menjabat sebagai pengawas sekolah di wilayah Mahato.
Kondisi tersebut memicu spekulasi publik mengenai independensi pengawasan dan transparansi penggunaan anggaran negara di lingkungan sekolah.
Beberapa poin yang menjadi sorotan dalam pemberitaan tersebut antara lain:
Dugaan kurangnya transparansi penggunaan dana BOS Kecurigaan terkait pengadaan sarana dan prasarana
Desakan masyarakat agar dilakukan audit independen ,Permintaan pengawasan ketat oleh Inspektorat Kabupaten Rokan Hulu
Kepsek: Kami Siap Diaudit dan Terbuka
Menanggapi berbagai tudingan itu, pihak sekolah menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas. Kepala sekolah bahkan menyatakan siap menghadapi audit kapan saja.
“Kami terbuka. Semua administrasi lengkap. Jika diperlukan audit ulang, kami siap. Kami bekerja sesuai aturan dan tidak ada yang kami sembunyikan,” tegasnya.
Ia juga menyayangkan munculnya pemberitaan yang menurutnya belum sepenuhnya mengedepankan prinsip konfirmasi ,
( Tim )








