Singgah di Kota Srono, Warungku Mbak Ning Tawarkan Lalapan dengan Harga Bersahabat

NUSAMEDIANEWS.COM | BANYUWANGI — Kota Srono, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memiliki posisi strategis sebagai jalur penghubung menuju kawasan pesisir Muncar yang dikenal sebagai kota ikan, sekaligus akses perjalanan menuju sejumlah destinasi wisata dan tempat ibadah, termasuk Pura Blambangan.
Kota kecil yang dikenal dengan ikon patung udang ini juga menjadi salah satu titik persinggahan bagi pengendara sepeda motor, truk, hingga bus pariwisata. Potensi tersebut dimanfaatkan masyarakat setempat untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di bidang kuliner.
Salah satu usaha kuliner yang menjadi pilihan pelanggan adalah Warung Makan Lalapan Warungku Mbak Ning, milik Suprapto. Warung ini menawarkan beragam menu, mulai dari ayam kampung goreng, bebek goreng, hingga aneka hidangan lainnya yang disajikan bersama nasi dan lalapan sayur.
Dengan harga sekitar Rp20.000 per porsi, warung ini menawarkan pilihan makanan dengan harga yang relatif terjangkau bagi pengendara maupun wisatawan yang melintas di kawasan Srono.
Suprapto menuturkan, usaha kulinernya dapat melayani sekitar 300–400 porsi setiap hari, di luar pesanan tambahan. Jumlah tersebut menjadi gambaran tingginya aktivitas usaha yang dijalankannya, meski angka tersebut merupakan keterangan dari pemilik usaha.
Warungku Mbak Ning beroperasi mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB. Untuk menunjang kenyamanan pelanggan, tersedia fasilitas Wi-Fi gratis, area terbuka, serta ruangan berpendingin udara (AC) yang dapat digunakan tanpa biaya tambahan.
Pelanggan warung ini juga datang dari luar daerah, termasuk wisatawan asal Bali. Pada momentum Hari Raya Pagerwesi, Galungan, dan Kuningan, sejumlah pelanggan yang hendak bersembahyang atau tangkil ke Pura Blambangan, kawasan Alas Purwo, maupun Pura Gunung Raung disebut turut singgah untuk menikmati hidangan.
Mereka datang menggunakan kendaraan pribadi maupun bus pariwisata. Kehadiran para pelintas dan wisatawan tersebut turut membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan kuliner Banyuwangi.
Dari segi kapasitas, Warungku Mbak Ning diklaim mampu menampung sekitar 100 pelanggan dalam satu waktu. Pelayanan yang diupayakan cepat menjadi salah satu faktor pendukung, terutama bagi rombongan perjalanan yang memiliki keterbatasan waktu untuk beristirahat dan makan.
Untuk parkir, kendaraan pelanggan dapat memanfaatkan area di tepi jalan dengan pembayaran sukarela, sesuai keterangan yang disampaikan.
Keberadaan Warungku Mbak Ning menjadi salah satu contoh bagaimana posisi strategis suatu wilayah dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat. Dengan sajian kuliner bercita rasa lokal dan harga yang relatif terjangkau, usaha seperti ini berpotensi menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat Srono.
(Kadek Archo)

