
SUKABUMI,NUSAMEDIANEWS.COM – Kondisi memprihatinkan dialami warga di Kampung Salagedang RT 03 RW 05, Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang. Rumah milik keluarga Sandi dan Mimin yang sudah sangat lapuk, terpaksa harus diambrukan atau dibongkar sendiri oleh pemiliknya demi keselamatan jiwa, lantaran bantuan dari pemerintah yang dinantikan tak kunjung datang.
Keputusan nekat ini diambil pada Minggu (26/04/2026) karena rasa cemas yang berlebihan. Warga khawatir jika menunggu bantuan pemerintah terlalu lama, justru bisa memakan korban jiwa. Hingga saat ini, masyarakat menaruh harapan besar agar Bupati Sukabumi, Asep Japar, dapat segera menjawab keluhan ini dan tidak lagi menutup mata serta telinga terhadap penderitaan rakyat kecil.
Terpaksa Bongkar Atap Demi Keselamatan
Ibu Mimin, istri dari Sandi, mengaku sudah satu tahun lebih mengajukan permohonan bantuan perbaikan rumah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Namun, baik dari pihak Desa maupun Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi, tidak kunjung memberikan kabar baik atau tindak lanjut yang nyata.
“Sudah kami sampaikan permohonannya, tapi sampai hari ini belum ada jawaban pasti. Akhirnya kami terpaksa mengamburkan atau membongkar bagian atap dulu daripada dibiarkan begitu saja. Kami sangat khawatir tiba-tiba ambruk saat kami dan anak-anak tidur lelap, apalagi beban genting itu berat,” ungkap Mimin dengan nada prihatin.
Kekhawatiran ini membuat keluarga tersebut sering kali tidak bisa tidur nyenyak. Bayangan rumah yang bisa roboh kanytime membuat mereka hidup dalam ketakutan setiap hari.
Hal senada disampaikan Sandi. Menurutnya, dinding masih bisa dipertahankan, namun atap sudah sangat gawat. Karena keterbatasan dana, mereka hanya mampu membongkar bagian yang berbahaya dan menutupnya sementara dengan terpal plastik.
“Daripada terus dihantui kecemasan, lebih baik kami amburkan atapnya dulu. Kami berniat mau renovasi sedikit demi sedikit, tapi memang dananya belum ada. Jadi sementara pakai terpal dulu demi berteduh,” jelasnya.
Ekonomi Lemah, Tak Mampu Renovasi
Kondisi ekonomi keluarga ini juga sangat memprihatinkan. Penghasilan Sandi yang bekerja sebagai buruh serabutan tidak menentu, sementara anaknya, Ima Rosita, yang bekerja di pabrik pun memiliki gaji yang tidak tetap.
Uang yang didapat hanya cukup untuk makan sehari-hari, sehingga mustahil bisa menabung untuk biaya perbaikan rumah yang nilainya tidak sedikit.
“Penghasilan kami tidak menentu, kadang ada kerjaan kadang tidak. Uang habis hanya buat makan saja, mana mungkin bisa menabung buat benerin rumah,” tambahnya.
Harapan Kepada Pemda
Padahal, diketahui bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi pada tahun 2026 ini memiliki program Rutilahu melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) dengan pola stimulan swadaya. Program ini bertujuan memperbaiki rumah warga agar layak huni, aman, dan nyaman.
Warga berharap Bupati Sukabumi, Asep Japar, segera turun tangan, meninjau lokasi, dan merealisasikan bantuan yang sudah lama dinantikan sebelum terjadi musibah yang tidak diinginkan.(mb)
