Nusamedia Sumut

Hanya Salam Kenal, Mengapa Harus Diam? Respons Askep Kebun Bahjambi Masih Dinanti

NUSAMEDIANEWS.COM | SIMALUNGUN — Niat menjalin komunikasi baik-baik, tetapi balasan tak kunjung datang. Itulah yang disampaikan Maruli Nainggolan, Kabiro Nusamedia sekaligus Ketua DPD LPP TIPIKOR RI Kabupaten Simalungun, terkait pesan WhatsApp perkenalan yang dikirimkan kepada Asisten Kepala (Askep) Kebun Bahjambi, Rahmad, pada 25 Juni 2025.

Menurut Maruli, pesan tersebut dikirim semata-mata untuk memperkenalkan diri dalam kapasitasnya sebagai insan pers dan pengurus lembaga pengawasan. Namun, hingga 23 Oktober 2026, ia mengaku belum menerima balasan atas pesan tersebut.

Sekadar Salam Kenal, Mengapa Tak Ada Respons?

Bagi Maruli, komunikasi merupakan langkah awal untuk membangun hubungan yang baik antara media, lembaga pengawasan, dan pihak pengelola perkebunan. Karena itu, belum adanya balasan atas pesan perkenalan tersebut menjadi tanda tanya baginya.

“Kami menghubungi bukan untuk mencari masalah, apalagi meminta sesuatu. Kami hanya memperkenalkan diri dan berharap terjalin komunikasi yang baik. Namun, sampai sekarang, menurut catatan kami, belum ada balasan,” ujar Maruli.

Ia berharap pesan sederhana tersebut tidak dipandang sebagai sesuatu yang perlu dihindari. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dapat menjadi jembatan untuk membangun hubungan profesional sekaligus mempermudah penyampaian informasi ketika dibutuhkan.

Bukan Soal Balasan Semata, tetapi Etika Komunikasi

Maruli menegaskan bahwa persoalan ini bukan semata-mata mengenai pesan WhatsApp yang tidak dibalas. Ia ingin mendorong tumbuhnya budaya komunikasi yang baik antara pihak perusahaan, media, dan lembaga masyarakat.

“Kalau memang belum sempat membalas, tentu kami bisa memahami. Namun, pesan itu sudah cukup lama dikirimkan. Setidaknya, respons singkat akan sangat berarti untuk membangun komunikasi yang baik,” ungkapnya.

Meski demikian, belum adanya balasan atas pesan perkenalan pribadi tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran, penyalahgunaan kewenangan, ataupun ketertutupan informasi publik. Sikap dan alasan pihak Askep perlu dikonfirmasi agar persoalan ini tidak berkembang menjadi kesimpulan sepihak.

Keterbukaan Tetap Perlu Ditempatkan secara Proporsional

Dalam konteks yang lebih luas, Maruli menilai komunikasi yang baik merupakan salah satu unsur penting dalam membangun kepercayaan publik. Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan institusi.

Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Namun, penerapan undang-undang tersebut bergantung pada status badan yang bersangkutan serta jenis informasi yang diminta. Pesan perkenalan melalui WhatsApp tidak otomatis menjadi permohonan informasi publik yang wajib dijawab berdasarkan ketentuan tersebut.

Sebagai Ketua DPD LPP TIPIKOR RI Kabupaten Simalungun, Maruli berharap komunikasi dengan pihak Kebun Bahjambi dapat terjalin secara profesional, terutama dalam hal pertukaran informasi yang relevan dengan kepentingan publik dan sesuai kewenangan masing-masing.

Menunggu Penjelasan, Bukan Memperpanjang Polemik

Maruli berharap Askep Kebun Bahjambi, Rahmad, maupun manajemen kebun dapat memberikan tanggapan mengenai pesan perkenalan tersebut. Ia juga meminta agar komunikasi antara pihak pengelola perkebunan dan unsur masyarakat dapat dibangun dengan lebih baik.

“Kami tidak meminta hal yang muluk-muluk. Hanya salam kenal dan harapan untuk membangun komunikasi. Kami masih menunggu respons baik dari pihak Kebun Bahjambi. Semoga ke depan komunikasi bisa berjalan lebih terbuka dan profesional,” tutup Maruli.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh keterangan langsung dari Rahmad maupun manajemen Kebun Bahjambi mengenai pesan WhatsApp yang dimaksud. Nusamedia membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak terkait demi menjaga keberimbangan pemberitaan sesuai Kode Etik Jurnalistik.

(Kristian ND)

NUSAMEDIANEWS.COM — Bersama Menyuarakan Rakyat.

nusamedia

Bersama Menyuarakan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *