DaerahHukrimHukumInformationUpdate News

Perkelahian Sopir Truk dan Sopir Travel di Pelabuhan Gilimanuk Berakhir Damai Secara Kekeluargaan


NUSAMEDIANEWS.COM | JEMBRANA – Sebuah insiden perkelahian sempat memanas di areal Parkir MB I Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Sabtu pagi (6/6/2026). Namun berkat penanganan cepat dan pendekatan persuasif aparat kepolisian, perselisihan yang melibatkan seorang sopir truk dan sopir travel tersebut berhasil diredam dan diselesaikan secara damai melalui jalur kekeluargaan, tanpa menimbulkan dampak hukum lebih lanjut maupun gangguan berarti terhadap aktivitas pelabuhan.

Peristiwa bermula sekitar pukul 07.50 WITA, saat antrean kendaraan sedang padat menjelang proses pemuatan ke kapal penyeberangan. Seorang sopir truk bernama G. Aditya Saputra (28), warga Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, diketahui sedang beristirahat di dalam kabin kendaraannya sembari menunggu giliran. Ia kemudian dibangunkan oleh Rizal Darmawan (33), sopir travel asal Ajung, Jember, yang berada tepat di belakang barisan antrean.

Dalam kondisi terkejut dan baru saja terbangun, Aditya diduga salah mengoperasikan tuas transmisi kendaraannya. Akibatnya, truk yang dikemudikannya sempat bergerak mundur sebanyak dua kali dan menabrak bagian kap kendaraan travel yang dikendarai Rizal. Insiden tabrakan ringan tersebut memicu ketegangan, berawal dari adu mulut yang memanas hingga akhirnya berkembang menjadi perkelahian fisik antara kedua pengemudi.

Pertarungan tersebut berujung pada sopir truk yang mengalami pemukulan keras hingga sempat tidak sadarkan diri. Ia kemudian mendapatkan penanganan medis darurat dari petugas Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) setempat. Setelah diperiksa dan dirawat, kondisi Aditya berangsur membaik dan dinyatakan sehat serta layak untuk kembali melanjutkan perjalanan.

Menyikapi insiden tersebut, petugas dari Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk segera turun tangan melakukan pengamanan dan langkah mediasi. Mengingat lokasi kejadian merupakan titik vital transportasi dengan mobilitas sangat tinggi, pihak kepolisian bergerak cepat agar konflik tidak meluas dan mengganggu arus penyeberangan.

Melalui musyawarah yang difasilitasi petugas, kedua belah pihak akhirnya menyadari kesalahan masing-masing dan sepakat mengakhiri perselisihan. Tepat pukul 09.30 WITA, keduanya menandatangani surat pernyataan damai yang berisi kesepakatan untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Dalam dokumen tersebut, keduanya menyatakan secara tegas tidak akan saling menuntut, baik dalam ranah pidana maupun perdata, di kemudian hari.

Usai penandatanganan kesepakatan dan saling bermaafan, suasana kembali kondusif. Masing-masing pengemudi kemudian kembali ke kendaraannya dan melanjutkan perjalanan menuju tujuan masing-masing.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk menegaskan bahwa situasi di lokasi tetap aman dan terkendali. Ia mengingatkan seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk senantiasa mengedepankan kesabaran, menjaga emosi, dan mengutamakan keselamatan serta kesopanan selama berada di kawasan pelabuhan. Hal ini sangat penting mengingat tingginya volume kendaraan dan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan tinggi agar insiden serupa tidak terulang dan stabilitas keamanan tetap terjaga.

(Gusti)

nusamedia

Bersama Menyuarakan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *