Launching Pesantren Online Pequsah: Saatnya Orang Tua Ikut Belajar Agar Rumah Menjadi Lingkungan Pendidikan Terbaik Bagi Anak
NUSAMEDIANEWS.COM | SIDOARJO – Di tengah tingginya antusiasme masyarakat menyekolahkan anak di lembaga pendidikan berbasis Islam, muncul sebuah realitas penting yang kerap terlupakan: seberapa selariskah nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dengan suasana kehidupan di dalam rumah? Pertanyaan inilah yang melatarbelakangi lahirnya Pesantren Online Pequsah, sebuah inovasi pendidikan Islam berbasis digital yang resmi diluncurkan pada Sabtu (6/6/2026) di Tangerang Selatan. Program ini hadir bukan hanya untuk anak, tetapi secara khusus mengajak para orang tua untuk kembali belajar, agar rumah benar-benar menjadi madrasah utama dan terbaik bagi tumbuh kembang anak.

Peluncuran ini menyoroti fenomena sosial yang banyak dirasakan keluarga masa kini. Banyak orang tua telah berinvestasi besar agar anak mendapatkan pendidikan agama yang baik di sekolah atau pesantren, namun sering kali menghadapi tantangan besar ketika anak pulang ke rumah. Nilai-nilai religius yang dipelajari di sekolah sering kali berbenturan dengan suasana atau kebiasaan sehari-hari di lingkungan keluarga.
“Anak hanya menghabiskan beberapa jam dalam sehari di sekolah, namun sebagian besar hidup dan karakternya dibentuk di rumah. Rumah adalah madrasah pertama dan utama. Jika sekolah mengajarkan nilai Islam, maka orang tua wajib terus belajar agar mampu menghadirkan suasana yang selaras dan mendukung di rumah,” ungkap perwakilan Ketua Pequsah, Dr. Agung Solilhin, dalam sesi diskusi peluncuran.
Menurut Agung, tantangan ini semakin terasa di era modern saat ini. Banyak orang tua berada di usia produktif dengan kesibukan tinggi. Di satu sisi mereka sangat menginginkan anak tumbuh dalam lingkungan yang religius dan berakhlak mulia, namun di sisi lain sering kali kesulitan meluangkan waktu untuk memperdalam ilmu agama dan memperbaiki kualitas diri sendiri.
“Padahal, berbagai riset pendidikan membuktikan bahwa keterlibatan dan keteladanan orang tua memiliki pengaruh paling besar terhadap pembentukan karakter, kebiasaan ibadah, hingga kesehatan mental anak. Peran ini tidak bisa digantikan oleh guru atau lembaga pendidikan apa pun,” tegas Agung.
Merespons kebutuhan tersebut, Pesantren Online Pequsah hadir dengan konsep pembelajaran yang fleksibel, adaptif, dan terstruktur. Melalui sistem daring, peserta dapat belajar Al-Qur’an, mendalami ilmu agama, hingga mengikuti pembinaan keislaman dari mana saja dan kapan saja, tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau tanggung jawab keluarga.
Lebih dari sekadar layanan pendidikan, Pequsah mengusung misi memperkuat ekosistem keluarga Muslim Indonesia. Filosofinya sederhana namun mendalam: ketika orang tua terus bertumbuh dalam ilmu dan spiritualitasnya, maka rumah akan berubah menjadi ruang yang penuh ketenangan, menjadi tempat keteladanan, serta melahirkan budaya belajar yang positif bagi seluruh anggota keluarga.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap transformasi digital pendidikan keagamaan yang terus didorong oleh Kementerian Agama RI. Melalui pemanfaatan teknologi, akses terhadap pendidikan Islam berkualitas kini terbuka lebih luas, menembus batasan ruang dan waktu.
Pequsah berharap gerakan ini dapat menjadi pelopor baru: pendidikan Islam tidak lagi hanya berfokus pada anak-anak, tetapi juga menempatkan orang tua sebagai pelaku utama pembelajaran sepanjang hayat.
“Pada akhirnya, anak-anak tidak hanya mendengarkan apa yang kita ajarkan secara lisan, tetapi mereka tumbuh dan terbentuk dari apa yang mereka lihat dan rasakan setiap hari di rumah. Maka, mari kita belajar bersama, demi masa depan generasi kita yang lebih baik,” pungkas Agung.
Sebagai lembaga pendidikan Al-Qur’an yang berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang mudah, berkualitas, dan relevan dengan gaya hidup modern, Pequsah hadir menjawab tantangan zaman sekaligus membuka peluang bagi siapa saja yang ingin mendalami, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari.
(Redho)
