DaerahEkonomiInformationNusamedia BaliSosBudUpdate News

Wayan Dodik, Pemuda Penuh Harapan di Titik Nol Singaraja: Hidup Mandiri Meski Terbatas, Menanti Uluran Tangan Pemerintah

NUSAMEDIANEWS.COM | SINGARAJA – Di tengah hiruk-pikuk kawasan Titik Nol Kota Singaraja, tampak sosok pemuda sederhana bernama Wayan Dodik. Warga Desa Runuh, Kecamatan Kota, Buleleng ini menjalani hari dengan semangat pantang menyerah, meski memiliki keterbatasan intelektual dan berbicara dengan logat khas cadel. Ia hidup sebatang kara tanpa orang tua, tinggal bersama kakak dan iparnya, serta berjuang memenuhi kebutuhan hidup dengan tenaganya sendiri.

Setiap hari, Wayan Dodik berjalan kaki menuju Titik Nol dengan harapan sederhana: ada orang yang bersedia menggunakan jasa pijatnya. Sekali memijat ia mendapat imbalan sekitar Rp20.000, dan jika sedang beruntung seharian ia bisa mengumpulkan maksimal Rp100.000 untuk makan dan kebutuhan sehari-hari.

“Setiap langkah yang ia ambil penuh doa dan harapan, agar hari itu ada yang membutuhkan bantuannya,” ungkap Kadek Ariawan yang berkesempatan bertemu Wayan Dodik, Kamis (6/8/2026).

Meski hidup dalam keterbatasan, Wayan Dodik memilih bekerja halal dan mandiri, bukan meminta-minta. Ketekunan dan semangatnya ini patut diapresiasi sekaligus menjadi perhatian bersama. Melalui tulisan ini, diharapkan Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui dinas terkait dapat memberikan perhatian lebih, baik berupa perlindungan sosial, pelatihan keterampilan, maupun bantuan yang layak agar ia dapat menjalani hidup lebih layak dan terjamin.

Semoga ketulusan dan kerja keras Wayan Dodik menyentuh hati banyak pihak, sehingga kehadirannya mendapat tempat dan perlindungan yang pantas.

Peliput: Kadek Ariawan
#Kemanusiaan #WayanDodik #Buleleng #PekerjaKeras #PerhatianSosial

nusamedia

Bersama Menyuarakan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *