Dari Polsek Ubud ke Gedung Bareskrim, Putu Putera Sadana Kini Emban Amanah sebagai Wakabareskrim Polri

NUSAMEDIANEWS.COM | BADUNG – Perjalanan panjang seorang putra asli Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Irjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana, S.I.K., M.Hum., M.M., kini memasuki babak baru. Perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1995 tersebut dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri.
Penunjukan tersebut menjadi bagian dari perjalanan karier Putu Putera yang ditempa dari berbagai penugasan, mulai dari satuan kewilayahan hingga sejumlah posisi strategis di tingkat nasional.
Kariernya di kepolisian diawali dari Sat Samapta Polres Buleleng. Setelah itu, ia menjalani penugasan di Polsek Ubud, sebuah wilayah yang dikenal sebagai salah satu pusat pariwisata dan kebudayaan Bali.
Dari pengalaman di tingkat kewilayahan tersebut, kariernya terus berkembang. Putu Putera kemudian dipercaya menduduki sejumlah jabatan, di antaranya Kasatreskrim Polres Bangli, Kapolsek Kuta, hingga Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat.
Pada 2015, ia kembali ke Bali dan dipercaya memimpin Polres Tabanan sebagai Kapolres.
Perjalanan tersebut kemudian berlanjut ke berbagai bidang penugasan yang memperkaya pengalaman profesionalnya. Putu Putera tidak hanya dikenal melalui pengalaman operasional di lapangan, tetapi juga memiliki latar belakang akademik dan hukum.
Ia pernah menjalankan tugas sebagai dosen di STIK Lemdiklat Polri serta menduduki sejumlah posisi yang berkaitan dengan bidang hukum dan kriminal khusus, termasuk Dirreskrimsus Polda Papua dan Kabidkum Polda Metro Jaya.
Pengalamannya juga tidak terbatas di dalam negeri. Putu Putera tercatat pernah mengikuti sejumlah pendidikan dan pelatihan internasional, antara lain sebagai bagian dari Kontingen Garuda XXIV, pelatihan negosiasi penyanderaan di New Mexico, Amerika Serikat, serta pelatihan Counter Child Sex Abuse di Tokyo, Jepang.
Ia juga merupakan lulusan FBI National Academy (FBINA) di Quantico, Amerika Serikat, salah satu pendidikan kepolisian bergengsi yang menjadi bagian dari pengembangan kapasitas penegak hukum di tingkat internasional.
Sebelum dipercaya menduduki posisi Wakabareskrim, Putu Putera sempat menjalankan tugas sebagai Pati Baharkam Polri dan menangani bidang Humas dan Protokol di BNN RI.
Pada Juni 2026, ia kembali ke Bali setelah dipercaya menjabat sebagai Kepala BNNP Bali.
Kini, perjalanan tersebut kembali membawanya ke tingkat pusat. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP/2026 tertanggal 2 Oktober 2026, Putu Putera ditunjuk sebagai Wakabareskrim Polri menggantikan Irjen Pol. Nunung Syaifuddin.
Seiring penugasan tersebut, pangkat Putu Putera juga meningkat dari Brigjen Pol menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol), atau perwira tinggi Polri dengan pangkat bintang dua.
Dari Buleleng, Ubud, Bangli, Kuta dan Tabanan, kemudian menjalani berbagai penugasan di tingkat nasional hingga pendidikan di luar negeri, perjalanan karier Putu Putera Sadana menjadi gambaran bahwa sebuah jabatan strategis dibangun melalui proses panjang, pengalaman, pendidikan dan pengabdian.
Kini, putra Mengwi itu dipercaya menempati salah satu posisi penting dalam struktur Bareskrim Polri.
Amanah tersebut sekaligus menjadi catatan tersendiri bagi Bali, khususnya Kabupaten Badung, karena seorang putra daerah kembali dipercaya mengemban tanggung jawab strategis di tingkat nasional.
(Chairul)

