Polresta Denpasar Kerahkan 588 Personel Amankan SPBU, Antisipasi Antrean BBM di Denpasar dan Badung

NUSAMEDIANEWS.COM | DENPASAR – Polresta Denpasar mengerahkan 588 personel untuk mengamankan dan memantau sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Denpasar dan Badung. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi kepadatan antrean kendaraan di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).
Personel dari berbagai satuan fungsi dan jajaran Polsek diterjunkan untuk memastikan aktivitas pengisian BBM berlangsung aman, tertib, dan lancar. Pengamanan juga difokuskan pada pengaturan arus kendaraan agar antrean tidak meluber ke jalan raya dan mengganggu pengguna jalan lainnya.
Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., mengatakan pengerahan ratusan personel tersebut merupakan langkah antisipatif untuk menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat di sekitar SPBU.
“Sebanyak 588 personel kami siagakan untuk melakukan pengamanan dan pemantauan di SPBU yang berada di wilayah Denpasar dan Badung. Personel tidak hanya melakukan pengamanan di dalam area SPBU, tetapi juga melakukan pengaturan apabila terjadi kepadatan kendaraan yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas,” ujar Leonardo.
Menurutnya, pemantauan dilakukan secara berkesinambungan, terutama di SPBU yang mengalami peningkatan antrean. Personel juga berkoordinasi dengan pengelola SPBU agar setiap potensi kepadatan dapat segera ditangani.
Kapolresta menegaskan, personel di lapangan diminta mengedepankan pendekatan humanis dengan membantu masyarakat sekaligus melakukan pengaturan atau rekayasa lalu lintas apabila diperlukan.
“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana antrean tetap tertib dan tidak menimbulkan gangguan terhadap pengguna jalan lainnya. Kami meminta personel di lapangan untuk mengedepankan pendekatan humanis, membantu masyarakat, serta melakukan rekayasa atau pengaturan lalu lintas apabila diperlukan,” jelasnya.
Pengamanan tersebut turut melibatkan koordinasi dengan instansi terkait, antara lain Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Pecalang Desa Adat. Sinergi ini dilakukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif selama meningkatnya aktivitas pengisian BBM.
Petugas juga memantau pergerakan kendaraan, pola antrean, serta kondisi lalu lintas di sekitar SPBU. Personel Polsek jajaran disiagakan untuk menyesuaikan langkah pengamanan berdasarkan perkembangan situasi di wilayah masing-masing.
Di tengah kondisi tersebut, Leonardo mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Masyarakat juga diminta mematuhi arahan petugas serta menjaga ketertiban selama mengantre.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak perlu panik dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Ikuti aturan yang berlaku dan arahan petugas di lapangan. Yang terpenting, jangan sampai antrean BBM mengganggu keselamatan dan kelancaran pengguna jalan lainnya,” tegasnya.
Polresta Denpasar memastikan pengamanan tidak hanya dilakukan secara statis di lokasi SPBU. Personel dapat bergerak menyesuaikan perkembangan situasi, sementara jajaran Polsek terus melaporkan kondisi di lapangan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi antrean panjang.
Melalui pengerahan 588 personel dan koordinasi lintas instansi, Polresta Denpasar berharap aktivitas pengisian BBM di wilayah Denpasar dan Badung dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan lancar.
Di sisi lain, kelancaran distribusi dan ketersediaan BBM tetap menjadi faktor penting agar antrean tidak terus membebani masyarakat. Karena itu, pengamanan di lapangan diharapkan berjalan seiring dengan upaya memastikan pelayanan BBM kepada masyarakat tetap optimal.
(Simson)

