Nusamedia Bali

Atasi Antrean BBM di Bali, Pertamina Terapkan Distribusi Pertalite Kemasan

NUSAMEDIANEWS.COM | DENPASAR – PT Pertamina menerapkan inovasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) dalam kemasan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali. Skema yang mulai diberlakukan pada Kamis (15/10/2026) ini ditujukan untuk mengurai antrean kendaraan sekaligus mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Melalui koordinasi Pertamina Denpasar dan Depo Pertamina Sanggaran, skema tersebut menjadi langkah responsif untuk mengurangi kepadatan kendaraan di area SPBU, khususnya di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap BBM.

Region Manager Retail Sales Jatimbalinus menjelaskan bahwa program BBM kemasan ini dirancang sebagai solusi cepat (quick response) agar pelayanan kepada konsumen dapat berlangsung lebih tertib dan efisien.

Pertalite Tersedia dalam Kemasan 1, 3, dan 20 Liter

Dalam tahap awal, BBM yang disediakan melalui skema ini adalah Pertalite dengan tiga pilihan ukuran kemasan, yakni 1 liter, 3 liter, dan 20 liter. Kemasan 20 liter diperuntukkan bagi kendaraan roda empat.

SPBU 54.801.48 di Jalan Diponegoro, kawasan Sanggaran, menjadi lokasi pertama yang menerima pasokan perdana sebanyak 200 kemasan. Apabila persediaan habis, pengisian ulang akan dilakukan dari Depo Pertamina Sanggaran.

Untuk mendukung program tersebut, Pertamina mengalokasikan pasokan Pertalite sebanyak 5.000 liter per hari dari Depo Sanggaran. Selain itu, empat unit mobil pikap disiapkan untuk mengangkut BBM kemasan menuju SPBU, dengan kapasitas angkut maksimal masing-masing armada hingga 500 kemasan.

Pembelian Dibatasi, Pelayanan Mengikuti Nomor Antrean

Pelayanan BBM kemasan dilakukan melalui stan khusus di area SPBU. Armada pikap akan bersiaga di lokasi untuk melayani konsumen sesuai nomor antrean.

Dalam mekanisme transaksi, petugas atau operator akan membuka kemasan dan menuangkan BBM secara langsung ke tangki kendaraan. Wadah kemasan tidak diperbolehkan dibawa pulang oleh konsumen.

Pertamina menetapkan batas pembelian maksimal 3 liter untuk sepeda motor dan 20 liter untuk mobil. Pelayanan juga diprioritaskan bagi kendaraan roda dua.

Konsumen yang membeli Pertalite melalui skema kemasan ini dapat melakukan transaksi secara langsung tanpa menggunakan barcode, sesuai dengan mekanisme yang diterapkan dalam program tersebut.

Perluasan Layanan Masih Dievaluasi

Pertamina juga mempertimbangkan kemungkinan memperluas layanan BBM kemasan ke SPBU lainnya. Namun, penambahan pasokan tersebut masih dalam tahap evaluasi dengan mempertimbangkan lokasi SPBU yang dekat dengan Depo Sanggaran serta tingkat kepadatan antrean kendaraan.

Melalui inovasi distribusi ini, Pertamina berharap masyarakat dapat memperoleh BBM dengan lebih cepat, tertib, dan nyaman, sekaligus membantu mengurangi kepadatan di jalur pengisian reguler.

Efektivitas pelaksanaan program ini akan menjadi salah satu hal penting untuk diperhatikan, terutama terkait kesinambungan pasokan, ketertiban antrean, dan pemerataan pelayanan bagi masyarakat di Bali.

(JW)

nusamedia

Bersama Menyuarakan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *