DUGAAN PENCAIRAN BOS SMK TTB SUKABUMI TIDAK SESUAI PROSEDUR, GAJI GURU MANGKRAK 3 BULAN

  • Hukrim
  • March 9, 2026
  • 0 Comments
Dokumentasi Ilustrasi

Sukabumi, Nusamedia – Terdapat dugaan penyalahgunaan dalam pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMK Taruna Tunas Bangsa (TTB) Sukabumi. Oknum Kepala Sekolah dengan inisial Cp Rdi dan Bendahara dengan inisial Ap M diduga telah mencairkan dana BOS pada tanggal 06 Februari 2026 di Bank BJB Kantor Cabang Pembantu Pangleseran Sukabumi, tanpa memenuhi persyaratan administrasi yang berlaku.Senin,09 Maret 2026

PENCAIRAN TANPA SK DARI KCD

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pencairan BOS seharusnya dilakukan dengan melampirkan Surat Keputusan (SK) atau surat keterangan dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan sebagai syarat akses Dapodik dan pengelolaan keuangan sekolah. Namun, pihak bank menyampaikan bahwa pada saat pencairan, oknum tersebut tidak menunjukkan dokumen penting tersebut, bahkan hingga kini belum melakukan pelengkapan berkas.

Selain itu, Akta Yayasan Taruna Tunas Bangsa masih mencatat nama ketua lama, alm. Supratman, S.Pi., M.Si., yang telah meninggal dunia. Data Verval Yayasan Kemdikbud juga masih mengacu pada nama tersebut, padahal prosedur yang benar mengharuskan perubahan kepemimpinan yayasan terlebih dahulu sebelum pengangkatan kepala sekolah baru.

BANK DIUGA TERLIBAT, BERKAS KURANG TETAPI DICAIRKAN

Dokumentasi: Mutasi Bank

Pihak yang melakukan penelusuran, dengan inisial Rht, menyampaikan bahwa awalnya pihak bank enggan memberikan informasi. Setelah ditunjukkan SK kepala sekolah lama dan surat keterangan dari KCD Pendidikan, baru diperoleh data terkait transaksi. Ada dugaan kerjasama pihak bank dengan oknum tersebut karena pencairan dapat berlangsung meskipun ada kekurangan berkas dan ketidaksesuaian data yayasan.

Ags, selaku Subbidang BOS KCD Pendidikan, menyatakan bahwa pengangkatan oknum kepsek dan bendahara belum mendapatkan surat keterangan dari KCD. “Bisa terbilang nekad apabila benar telah mencairkan dana BOS, yang lebih khawatir terjadi kerjasama pihak bank dengan para oknum,” ujarnya.

DAMPAK SERIUS UNTUK SEKOLAH DAN GURU

Kasus ini berdampak buruk bagi sekolah dan tenaga pendidik. Selama tidak kurang dari tiga pekan, SMK TTB Sukabumi tidak ada kegiatan belajar mengajar karena tidak ada siswa dan guru yang datang. Selain itu, honor atau gaji guru juga belum dibayarkan selama tiga bulan terakhir.

MENUNTUT PENANGANAN HUKUM

Tokoh publik menyampaikan bahwa ulah oknum tersebut harus segera didorong ke aparat penegak hukum. “Kejelasan hukum nanti yang akan membuktikan, serta memastikan agar dana BOS yang seharusnya digunakan untuk operasional sekolah bisa kembali dan guru mendapatkan haknya,” tegas salah satu tokoh.

Harapannya, pihak terkait segera melakukan proses perubahan ketua yayasan dan pengangkatan kepala sekolah baru dengan kelengkapan berkas yang sah, termasuk surat keterangan resmi dari KCD Pendidikan.

#kaperwil Jawa Barat

  • nusamedia

    Bersama Menyuarakan Rakyat

    Related Posts

    Pemdes Durin Jangak Akui Tutup Mata, Panti Pijat “Plus” di Sekitar UINSU Pancur Batu Marak Tanpa Izin
    • April 11, 2026

    DELISERDANG, NusamediaNews.com – Praktek usaha panti sehat atau pijat tradisional yang beroperasi di sekitar kawasan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Kecamatan Pancur Batu, diduga berjalan tanpa izin resmi. Kepala…

    Read more

    Continue reading
    Presiden Prabowo: Kritik Adalah Peringatan, Namun Pembangunan Harus Tetap Berjalan
    • April 9, 2026

    JAKARTA, NusamediaNews.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kritik yang disampaikan masyarakat merupakan sebuah peringatan yang membuatnya dan jajaran pemerintah selalu waspada. Menurutnya, kritik adalah bagian tak terpisahkan…

    Read more

    Continue reading

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Halal Bihalal DPD LPP-TIPIKOR RI Rohul, Bupati Anton Dapat Penghargaan atas Komitmen Berantas Korupsi

    Pemdes Durin Jangak Akui Tutup Mata, Panti Pijat “Plus” di Sekitar UINSU Pancur Batu Marak Tanpa Izin

    Warga Keluhkan Jembatan Gantung di Cumanggala Tak Kunjung Diperbaiki, Akses Warga dan Siswa Terhambat

    Hujan Deras Disertai Angin Kencang Melanda Sumut

    Presiden Prabowo: Kritik Adalah Peringatan, Namun Pembangunan Harus Tetap Berjalan

    Menteri ESDM Sebut Harga BBM Non-Subsidi Akan Disesuaikan, Pemerintah Masih Hitung Matang Bersama Badan Usaha

    Camat Tambusai Utara Gelar Rakor Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla Tahun 2026

    KPK Terus Dalami Kasus Korupsi Kuota Haji, Panggil Puluhan Pihak dari Biro Travel

    TikTok Perkuat Keamanan Remaja dengan Fitur Baru

    KBM Di PKBM TTB Patut  Di Pertanyakan &  Anggaran Bantuan Penyelengaraan ( BOP) Wajib Diaudit

    Wabub Rohul H, Syafaruddin Poti Hadiri Halalbihalal di Kediaman Anggota DPRD Rohul, Purwadi ST MM

    Warga Mengeluh, Berharap Pemerintah Segera Bangun Kembali Jembatan Gantung Di Cumanggala

    Klarifikasi Evi Nora Rasmiaty Nainggolan,S.Pd : Bantah Tuduhan Penggunaan Dana BOS SMPN 4 Pancur Batu Tidak Tepat Sasaran, Soroti Etika Jurnalistik

    Anak di Bawah Umur Dikeroyok 10 Orang di Tapsel, Keluarga Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

    Upacara Bendera Rutin Senin, Kepala Sekolah SDN 0117 Lembah Binubu Tegaskan Kedisiplinan dan Karakter Siswa

    Tommy Sinulingga, S.H., M.H., CTL, Merespons Tegas Tuduhan “Gegabah” Polrestabes Medan dalam Penahanan Mr. Roberto

    Diduga Polres Tapsel Menahan dan Menangkap Orang Sesuka Hati

    Keluarga Besar LPP-TIPIKOR RI Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Hasbunah Bin Hamdani