
NUSAMEDIANEWS.COM, SURABAYA – Advokat Kota Surabaya, Toni Tamatompol, membantah keras tuduhan yang menyebutkan dirinya melakukan pemukulan secara brutal terhadap Maria Virginia Noviante dan Okto Laksamana Litamahuputy. Ia menegaskan, berita yang beredar di sejumlah media tidak sesuai fakta dan justru merugikan nama baiknya, baik secara pribadi maupun profesi.
“Itu berita menyesatkan dan tidak sesuai dengan fakta kejadian di lapangan. Itu merugikan saya sebagai pribadi dan profesi. Justru saya yang ditonjok oleh Okto Laksamana Litamahuputy. Bisa dibuktikan dengan rekaman CCTV di lokasi kejadian,” tegas Toni saat memberikan klarifikasi, Kamis (7/5/2026).
Kronologi Kejadian
Menurut Toni, insiden bermula pada Jumat pagi, 17 April 2026, di kawasan Pondok Benowo Indah. Saat itu ia sedang mengendarai mobil milik menantunya setelah mengantar istri berbelanja, lalu terhalang oleh taksi Green SM yang diparkir hampir memenuhi badan jalan.
“Perempuan itu (Maria) minta saya mundur. Saya gak mau, lalu saya buka kaca dan minta dia maju saja. Habis itu dia masuk ke dalam taksi dan teriak-teriak minta saya mundur. Saya datangin dia, dia bentak saya dan bilang mana ada aturan di kampung ini suruh maju,” urai Toni.
Kondisi semakin memanas saat Okto turun dari kendaraan dan berniat melakukan kekerasan.
“Dia turun dan mau ngantem saya. Saya menangkis dan mengenai tangannya. Dia teriak terus ‘saya pukul saya pukul’. Lalu sopir taksi ini turun dan nonjok saya,” jelasnya.
Toni mengaku, setelah dipukul, ia melihat Okto tersungkur jatuh. Saat itulah ia sempat menginjak kaki pelaku, bukan memukul atau menginjak perut seperti yang diberitakan.
“Saya injak kakinya. Bukan perutnya seperti yang dinarasikan. Habis itu, saya dan istri dikata-katain kasar. Saksinya banyak dari warga sekitar,” tambahnya.
Siap Ikuti Proses Hukum
Saat ini diketahui, dirinya telah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya oleh pihak Maria Virginia. Menanggapi hal tersebut, Toni Tamatompol menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seluruh proses hukum yang berlaku demi membuktikan kebenaran.
“Sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, saya akan mengikuti prosesnya sampai tuntas untuk membuktikan siapa yang sebenarnya bersalah,” pungkasnya.
(Red)