
NUSAMEDIANEWS.COM, SURABAYA – Kebijakan pemerintah yang berencana memanfaatkan dana sitaan hasil korupsi untuk mendukung program-program rakyat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan koperasi desa, menuai apresiasi positif. Salah satu dukungan kuat datang dari Aliansi Madura Indonesia (AMI).
Ketua Umum DPP AMI, Baihaki Akbar, SE, SH, menilai langkah tersebut merupakan bentuk nyata keberpihakan negara kepada masyarakat. Menurutnya, hal ini menjadi simbol bahwa uang hasil kejahatan korupsi harus dikembalikan kepada yang berhak, yaitu rakyat.
“Ini langkah yang tepat. Uang yang selama ini dirampas dari rakyat oleh para koruptor, harus kembali lagi ke rakyat dalam bentuk program yang konkret dan bermanfaat,” tegas Baihaki dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Membangun Kembali Kepercayaan Publik
Baihaki menambahkan, kebijakan ini tidak hanya memiliki nilai keadilan semata, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperbaiki kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia.
Namun, di tengah dukungan tersebut, AMI juga memberikan catatan penting. Baihaki mengingatkan agar kebijakan ini tidak hanya berhenti menjadi wacana, tetapi harus diikuti dengan tindakan tegas.
“Jangan hanya bicara pengelolaan dana sitaan. Yang lebih penting adalah bagaimana negara serius menyikat habis para koruptor tanpa pandang bulu. Jangan ada tebang pilih,” tegasnya.
Minta APH Maksimalkan Penyitaan
Organisasi ini juga mendorong aparat penegak hukum (APH) untuk tidak ragu melakukan penyitaan aset secara maksimal. Hal ini dilakukan agar dampak ekonominya benar-benar bisa dirasakan luas oleh masyarakat.
Selain itu, AMI menekankan pentingnya pengawasan ketat agar program-program tersebut tidak justru disalahgunakan.
“Program ini harus diawasi ketat. Jangan sampai niat baik justru dimanfaatkan oknum untuk mencari keuntungan pribadi. Kami akan ikut mengawal,” ujarnya.
Terakhir, ia juga menyoroti pentingnya pemberdayaan pelaku usaha lokal, mulai dari petani hingga peternak, agar manfaat ekonomi dari program pemerintah ini benar-benar menyentuh lapisan masyarakat bawah.
(Redho)