PERKUAT UKHUWAH DENGAN MENGHARGAI SESAMA, DUA ULAMA SURABAYA AJAK JAMAAH BANGUN HARMONI

NUSAMEDIANEWS.COM, SURABAYA – Semangat mempererat persaudaraan antarumat digaungkan kembali melalui kajian islami bertema “Perkuat Ukhuwah dengan Menghargai Sesama” yang digelar di wilayah Rungkut Tengah, Surabaya. Kegiatan ini menghadirkan dua ulama dan akademisi ternama kota pahlawan, yakni Dr. KH. M. Syukron Djazilan Badri, M.Ag. dan Ustadz Nafi’ Unnas, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan dan memperkokoh persatuan di tengah keberagaman.
Acara berlangsung dengan suasana hangat, kekeluargaan, dan penuh kekhidmatan, dihadiri oleh ratusan jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pengurus masjid, remaja, hingga keluarga di lingkungan sekitar. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan shalawat dan dzikir bersama, dilanjutkan penyampaian materi tausiyah, serta sesi dialog interaktif yang diikuti dengan antusias oleh para peserta.
Ukhuwah Kokoh Berakar pada Adab dan Akhlak
Dalam pemaparannya, Dr. KH. M. Syukron Djazilan Badri, M.Ag. menegaskan bahwa Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama umat Islam tidak sekadar hubungan formal, melainkan ikatan kokoh yang harus dibangun di atas dasar iman yang kuat, adab yang luhur, dan sikap saling menghormati satu sama lain.
Menurutnya, perbedaan pandangan, cara berpikir, maupun latar belakang dalam kehidupan bermasyarakat adalah hal yang wajar dan sunnatullah, sehingga tidak seharusnya dijadikan alasan atau pemicu perpecahan.
“Persaudaraan kita akan tetap kokoh dan abadi apabila setiap individu mampu menjaga lisan dari perkataan yang menyakiti, selalu menghargai sesama, serta menempatkan akhlak mulia sebagai prioritas utama dalam setiap interaksi sosial,” tegas beliau di hadapan jamaah.
Dikenal sebagai Pengasuh sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Mahasiswa Al Jihad Surabaya, Dr. Syukron Djazilan Badri dikenal aktif membina generasi muda, khususnya kalangan mahasiswa, untuk memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kematangan spiritual keislaman.
Menghargai Sesama Cerminan Kedewasaan Iman
Sementara itu, Ustadz Nafi’ Unnas dalam tausiyahnya menyampaikan pesan mendalam bahwa sikap menghargai orang lain, baik yang seiman maupun berbeda latar belakang, merupakan cerminan nyata dari kedewasaan iman dan kematangan berpikir seseorang.
Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang kini menjabat sebagai dosen Bahasa Arab di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya ini mengajak seluruh jamaah untuk membangun pola komunikasi yang santun, memperbanyak prasangka baik (husnuzan), serta selalu mengutamakan persatuan dan kepentingan bersama dalam kehidupan sosial.
“Menghargai itu bukan sekadar sopan santun, tapi bukti iman kita. Mari kita bangun komunikasi yang santun, jauhkan prasangka buruk, dan jadikan persatuan sebagai kekuatan utama kita menjaga keharmonisan,” ujar Ustadz Nafi’, yang juga dikenal aktif sebagai pembimbing ibadah umrah di Jawa Timur bersama Samira Travel.
Wujudkan Masyarakat Harmonis dan Religius
Kajian ini menjadi wadah strategis untuk mempertegas kembali nilai-nilai persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk. Panitia pelaksana berharap, pesan-pesan ukhuwah yang disampaikan dapat tertanam kuat dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan masyarakat Surabaya yang semakin harmonis, religius, saling menghargai, dan damai dalam keberagaman.
(Redho)
