22 Tahun Mengabdi Seni dan Spiritual, Dr. Jero Pande Made Suardana Raih Lencana Emas Supranatural Gerbang Nusantara Pertama di Dunia
NUSAMEDIANEWS.COM | SURABAYA – Om, Suastyastu. Ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan mendalam disampaikan oleh seniman dan budayawan asal Bali, Dr. Jero Pande Made Suardana, BA, S.Pd, M.Si, atas pengakuan dan penghargaan prestisius yang baru saja ia terima. Selama 22 tahun mengabdikan diri di dunia seni dan budaya, perjalanannya kini dicatat sejarah melalui penganugerahan Lencana Emas Supranatural Gerbang Nusantara, yang dinobatkan sebagai penghargaan pertama sejenis di dunia.

Melalui pesan kesan dan pesannya yang penuh kearifan lokal, Jero Pande menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh semeton (saudara) dan masyarakat luas yang telah mendukung perjalanannya.
“Matursuksma dahat ring semeton tyange lan masyarakat sejebag Bali, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, se-Nusantara.” (Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada saudara-saudaraku dan masyarakat di seluruh penjuru Bali, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dan seluruh Nusantara), ucapnya dengan tulus.

Selama lebih dari dua dekade, tepatnya sejak tahun 2004 hingga kini, Jero Pande dikenal rajin dan setia mengabdikan diri (ngayah) mempersembahkan berbagai kesenian. Mulai dari tarian-tarian sakral seperti Topeng Dalem Sidakarya, Barong Rangda, hingga berbagai tarian kreasi lainnya. Baginya, setiap gerakan tari yang dipentaskan bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sarana penghubung spiritual yang selalu dibalut doa agar terkoneksi dengan anugerah Tuhan Yang Maha Esa.
Puncak dari pengabdian panjang tersebut terwujud pada tanggal 31 Mei hingga 1 Juni 2026. Di hari yang bersejarah itu, ia resmi menerima penganugerahan dan penyematan Lencana Emas Supranatural Gerbang Nusantara. Penghargaan bersejarah ini diselenggarakan oleh Yayasan Pasopati Cakra Nusantara Cahaya yang berpusat di Surabaya, dan menjadikan Jero Pande sebagai penerima penghargaan perdana yang memiliki predikat “Pertama di Dunia”.

Prosesi penyematan lencana yang penuh makna itu digelar di Gedung Alun-alun Kota Surabaya, Jawa Timur, beriringan dengan diskusi mendalam yang mengangkat tema besar seputar seni, adat istiadat, budaya, agama, serta nilai-nilai spiritual dan supranatural yang hidup di bumi Nusantara.
“Astuongkara, sampun kapaica pemargi antar ten wenten piambeng,” ujarnya, yang bermakna ia menerima anugerah ini dengan hati yang lapang dan tanpa rasa ragu, menyadari ini adalah jalan yang telah dipersiapkan Sang Pencipta atas dedikasinya selama ini.
Di akhir pesannya, Dr. Jero Pande Made Suardana turut mendoakan kebaikan bagi seluruh umat dan bangsa. Ia berharap, keberkahan dari anugerah ini dapat dirasakan bersama.
“Dumugi kita sinareng sami dumangdene kapaica kerahayuan, kerahajengan, dirghayusa, murah rejeki, rukun damai sejahtera. Semoga jagate tetap tenteram, kertharaharja, gemah ripah loh jinawi,” doanya.
Semoga kita semua senantiasa diberikan kebahagiaan, kesejahteraan, umur panjang, rezeki yang lancar, hidup rukun dan damai. Semoga dunia ini tetap aman, makmur, subur, dan sejahtera.
Astuongkara. Om Santhi Santhi Santhi Om.
(Kadek Ariawan)
