DaerahInformationNusamedia BaliSosBudUpdate News

Nusantara Carbon dan Mahardhika Institute Jajaki Konservasi Mangrove Berbasis Masyarakat di Jungutbatu

NUSAMEDIANEWS.COM | KLUNGKUNG – Nusantara Carbon bersama Mahardhika Institute dan Lembaga Desa Pengelola Hutan (LDPH) Jungutbatu menjajaki kerja sama jangka panjang untuk memperkuat konservasi mangrove berbasis masyarakat di Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, Bali. Kegiatan berupa dialog dan observasi langsung digelar di kawasan hutan mangrove seluas sekitar 215 hektar pada Selasa (14/7/2026).

Pertemuan ini bertujuan menyamakan visi dalam perlindungan dan pengelolaan kawasan, dengan menempatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama. Mangrove Jungutbatu berperan vital melindungi pesisir dari abrasi, menjadi habitat beragam flora dan fauna, serta berfungsi menyerap dan menyimpan karbon. Secara ekonomi, ekosistem ini juga menopang kehidupan warga melalui sektor perikanan, pariwisata, dan aktivitas ekonomi pesisir lainnya.

Founder Nusantara Carbon, Risang Kusumo, menyatakan keberhasilan konservasi sangat bergantung pada peran aktif masyarakat yang menjaga alam sehari-hari. “Masa depan konservasi Indonesia ditentukan oleh kuatnya masyarakat yang merawat alam, yang didukung tata kelola baik dan pembiayaan berkelanjutan,” ujarnya. Upaya ini juga melibatkan peran masyarakat adat, komunitas, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan mitra lain dalam kerangka Bali Indigenous Conservation Programme (BICP).

Sementara itu, Founder dan Chairman Mahardhika Institute I Putu Eka Mahardhika menegaskan masyarakat harus menjadi tuan rumah sekaligus pelaku utama, bukan sekadar penerima program. “Masyarakat memiliki kearifan lokal dalam merawat kawasan. Lembaga pendamping hadir untuk memperkuat kapasitas, kelembagaan, dan akses sumber daya konservasi,” jelasnya.

Sebagai mitra pelaksana, Mahardhika Institute akan fokus memperkuat kelembagaan masyarakat, peningkatan kapasitas SDM, serta pelaksanaan konservasi berbasis kearifan lokal. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan tata kelola mangrove yang partisipatif, terukur, dan berkelanjutan, sekaligus memperkokoh ketahanan sosial, budaya, dan ekonomi warga Jungutbatu.

(Anugrah Arifanto)

#HASTAG:
#BeritaBali #Klungkung #NusaLembongan #KonservasiMangrove #LingkunganHidup #NusantaraCarbon #MahardhikaInstitute #BaliIndigenousConservationProgramme #NusamediaNews

nusamedia

Bersama Menyuarakan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *