DaerahHead LinesInformationNusamedia BaliSosBudUpdate News

Putra Sayuti Melik Sang Pengetik Proklamasi, Heru Baskoro (84) Kini Hidup Sederhana di Kontrakan Bekasi, Butuh Bantuan Operasi Mata

NUSAMEDIANEWS.COM | BEKASI – Kisah hidup Heru Baskoro (84 tahun), putra dari pahlawan nasional sekaligus pengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Sayuti Melik, mematahkan anggapan bahwa keluarga pahlawan pasti hidup berkecukupan seumur hidup. Kini di usia senja, Heru menjalani hari-hari dengan keterbatasan di sebuah kontrakan sederhana di Jalan Cipendawa Baru, Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi.

Bersama istrinya, Treyzia Noviani (65 tahun), Heru menempati rumah kontrakan bercat biru yang disewa seharga Rp560 ribu per bulan dengan perabot seadanya. Pasangan ini baru menetap di sana sekitar empat bulan terakhir, setelah berpindah-pindah tempat tinggal sejak kembali ke Indonesia pada tahun 2024.

Kehidupan mereka saat ini sangat kontras dengan masa lalu. Sejak akhir tahun 1990-an, Heru dan Treyzia menetap di Kanada. Sebelumnya, Heru bahkan pernah memegang Green Card Amerika Serikat, bekerja di perusahaan minyak Texas, serta menjabat Direktur Keuangan di perusahaan Trans Bakrie. Keputusan pindah ke Kanada diambil demi alasan kesehatan.

“Suami saya dulunya pemegang kartu tetap Amerika. Kami mencoba menetap di Kanada karena sistem kesehatan di sana lebih terjamin,” ungkap Treyzia.

Kini kesehatan Heru semakin menurun. Matanya kanannya sudah buta total, sedangkan mata kirinya hanya memiliki sisa penglihatan yang sangat terbatas. Ia membutuhkan operasi pemasangan kornea buatan yang belum tersedia di Indonesia, dan hanya bisa dilakukan di Kanada, Amerika Serikat, atau Jerman. Rencana pengobatan tersebut terhenti karena kendala biaya yang tidak sedikit.

Kebutuhan hidup sehari-hari pasangan tua ini kini sepenuhnya bergantung pada bantuan kerabat dan teman-teman terdekat. Heru Baskoro lahir di Semarang, 1 Juni 1942, dari pasangan Sayuti Melik dan Surastri Karma Trimurti, keduanya tokoh pergerakan yang memiliki jasa besar bagi bangsa Indonesia.

Kisah ini menjadi pengingat menyentuh bahwa warisan perjuangan orang tua tidak otomatis menjamin kesejahteraan keturunannya di masa tua. Putra pengetik teks Proklamasi yang melahirkan kemerdekaan ini pun kini masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal dan pengobatan demi sisa hidupnya.

(Fira)

#HASTAG:
#HeruBaskoro #SayutiMelik #PahlawanProklamasi #SejarahIndonesia #Kemanusiaan #BantuanKemanusiaan #Bekasi #NusamediaNews

nusamedia

Bersama Menyuarakan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *