250 Tokoh Hadiri HUT ke-3 FORGAS Bali, Wagub: Jangan Tinggalkan Akar Budaya
NUSAMEDIANEWS.COM | DENPASAR, BALI – Sekitar 250 tokoh dan peserta dari berbagai unsur menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Forum Gerakan Adat Senusantara (FORGAS) Provinsi Bali di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jalan Basuki Rahmat, Denpasar, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Menariknya, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan mata gratis bagi peserta dan tamu undangan melalui Rumah Sakit Mata Bali Mandara Provinsi Bali.
HUT ke-3 FORGAS tahun ini mengusung tema “Strategi Ngemargiang Sad Kerthi Loka Bali, Ngajegang Tradisi, Adat lan Budaya Nusantara.”
Nuansa seni dan budaya Bali begitu kental dalam rangkaian acara. Tabuh Pendet mengiringi pembukaan, dilanjutkan dengan pertunjukan tari yang menggambarkan kekayaan budaya Bali sekaligus menyampaikan pesan pentingnya menjaga warisan leluhur.
Rangkaian pertunjukan tersebut mengangkat semangat Sad Kerthi Loka Bali, Hindu Dresta Bali, adat, seni, tradisi dan budaya Nusantara. Pesan yang disampaikan menekankan pentingnya generasi penerus mengenal, mencintai dan melestarikan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.
Suasana semakin semarak dengan tabuh beleganjur yang mengiringi pertunjukan tentang bangkitnya kesadaran untuk mempertahankan identitas budaya dan tradisi.

FORGAS Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya
Ketua Panitia HUT ke-3 FORGAS, Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa FORGAS merupakan organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, dengan perhatian terhadap adat, agama Hindu Dresta Bali, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal.
Menurutnya, tema HUT ke-3 menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga adat, budaya dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Bali maupun Nusantara.
Peringatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan, komunikasi dan solidaritas antara pengurus serta anggota FORGAS dari tingkat daerah hingga pusat. Selain itu, FORGAS terus berupaya membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian, kehadiran, partisipasi dan peran serta seluruh undangan serta panitia. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan sukses serta menjadi momentum memperkuat kebersamaan dalam menjaga adat, tradisi dan budaya Nusantara,” ujar Prof. Sri.
Tiga Tahun Pengabdian FORGAS
Ketua DPD FORGAS Provinsi Bali, Dr. Drs. Kadek Arya Bagiastra, S.E., S.H., M.H., menegaskan bahwa HUT ke-3 bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum memperkuat komitmen organisasi dalam melestarikan adat Bali dan budaya Nusantara.
Ia menekankan pentingnya membangun sinergi dengan desa adat sekaligus memperkuat pengkaderan generasi muda agar tidak kehilangan jati diri dan melupakan warisan budaya leluhur.
FORGAS, lanjutnya, berkomitmen menjadi mitra pemerintah dan berbagai pihak dalam menjaga keamanan, kedamaian serta kelestarian nilai-nilai lokal Bali.
Seluruh jajaran pengurus juga diingatkan untuk tetap kompak, santun dan tegas dalam menjalankan tugas serta menjaga marwah organisasi.
Tiga tahun perjalanan FORGAS menjadi penanda pengabdian organisasi dalam menjaga adat dan budaya sekaligus memperkuat kontribusi terhadap kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Wagub Bali: Kemajuan Jangan Mengikis Akar Budaya
Sementara itu, Gubernur Bali yang diwakili Wakil Gubernur Bali, Giri Prasta, menekankan pentingnya menjaga identitas masyarakat Nusantara di tengah keberagaman agama, suku dan budaya.
Semangat Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila, menurutnya, harus tetap menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia juga menyoroti pentingnya toleransi dan kebersamaan sebagai kekuatan bangsa. Keberagaman, kata dia, harus dirawat melalui semangat persatuan, toleransi dan keputusan bersama.
Menurutnya, kemajuan dan pembangunan tidak boleh membuat masyarakat kehilangan budaya serta akar tradisinya. Hal tersebut menjadi semakin penting bagi Bali yang memiliki kekayaan spiritual dan budaya yang telah menjadi bagian penting dari identitas Nusantara.
Ia juga menegaskan pentingnya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan penghalang untuk bersatu.
Dihadiri Sekitar 250 Peserta
Peringatan HUT ke-3 FORGAS diikuti sekitar 250 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, DPRD provinsi maupun kabupaten/kota, prajuru Majelis Desa Adat (MDA) Bali, TNI-Polri, perguruan tinggi, FKUB, organisasi kemasyarakatan, puri, warih/soroh hingga masyarakat umum.
Sejumlah pejabat dan tokoh juga turut diundang, di antaranya unsur Pemerintah Provinsi Bali, DPRD Bali, Kodam IX/Udayana, Polda Bali, Kejaksaan Tinggi Bali, Pengadilan Tinggi Denpasar, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Korem 163/Wira Satya, Lanal Denpasar, Lanud I Gusti Ngurah Rai, FKUB, MUI, MPUK, Majelis Keuskupan Denpasar, Matakin, organisasi keagamaan serta para rektor perguruan tinggi.
Peringatan HUT ke-3 FORGAS berlangsung selama satu hari dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan, pertunjukan seni budaya, sambutan para tokoh, hingga kegiatan kebersamaan dan penguatan jejaring.
Melalui momentum tersebut, FORGAS Provinsi Bali kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong pelestarian adat, seni, tradisi, budaya dan kearifan lokal, sekaligus membangun komunikasi serta sinergi dengan berbagai elemen masyarakat.
Dari Bali, semangat menjaga warisan leluhur dan memperkuat kebudayaan Nusantara terus digaungkan. HUT ke-3 FORGAS menjadi momentum untuk merawat tradisi, mempererat persatuan dan menjaga harmoni dalam keberagaman.
(Kadek Ariawan)
