DKLH Bali Perkuat Publikasi dan Respons Isu Publik lewat SIMPATI-BALI SIGAP
NUSAMEDIANEWS.COM | DENPASAR — Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali memperkuat kapasitas pegawai dalam mengelola publikasi instansi sekaligus meningkatkan kemampuan merespons berbagai isu yang berkembang di masyarakat.

Penguatan tersebut dilakukan melalui Pelatihan Pembuatan Publikasi Instansi yang digelar di Ruang Rapat Sad Kerthi, DKLH Provinsi Bali, Selasa (15/9/2026).
Pelatihan membekali peserta dengan keterampilan dalam menyusun dan mengelola materi publikasi, mulai dari pembuatan gambar, video grafis, desain hingga penyampaian informasi kegiatan yang informatif dan sesuai dengan standar komunikasi publik Pemerintah Provinsi Bali.
Kepala Bagian Humas Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Kadek Suadnyana Puriyanto (KSP), mengatakan fungsi kehumasan pemerintah merupakan jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Bagaimana cara masyarakat menjangkau gubernur, termasuk kebijakan dan program beliau? Harus melalui jembatan. Itulah fungsi kami. Jembatan itu kami pelihara, kami buatkan sistemnya, kami jaga dan rawat dengan baik supaya masyarakat bisa lalu-lalang melewati jembatan itu,” ujar KSP.

Menurutnya, komunikasi publik tidak sebatas menyebarkan informasi, tetapi juga harus mampu membaca aspirasi, masukan, serta berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Karena itu, perangkat daerah dituntut tidak hanya menghasilkan konten yang menarik secara visual. Informasi pemerintah harus disampaikan secara cepat, akurat, relevan, mudah dipahami, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Publikasi pemerintah juga memiliki peran penting dalam membentuk persepsi sekaligus menjaga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan SIMPATI sebagai instrumen pemantauan informasi dan isu publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.
Pemantauan media melalui SIMPATI diharapkan tidak berhenti sebagai kumpulan informasi. Data yang diperoleh dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya, apakah sebuah isu memerlukan pendalaman, klarifikasi, penyediaan data, penguatan narasi, maupun strategi komunikasi lainnya.
Perangkat daerah teknis memiliki peran penting sebagai sumber awal data dan informasi sesuai bidang masing-masing. Selanjutnya, fungsi kehumasan mengolah substansi tersebut menjadi informasi yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat.
BALI SIGAP Perkuat Respons terhadap Isu Publik
Selain SIMPATI, peserta juga diperkenalkan dengan Proyek Perubahan TAKTIS melalui BALI SIGAP.
BALI SIGAP diarahkan untuk memperkuat tindak lanjut setelah sebuah isu terdeteksi. Mekanismenya mencakup registrasi isu, koordinasi dan penugasan, pemenuhan data, penyusunan respons, pengendalian narasi hingga dokumentasi penanganan isu.
SIMPATI dan BALI SIGAP menjadi dua instrumen yang saling melengkapi. SIMPATI berfungsi pada tahap pemantauan dan deteksi isu, sementara BALI SIGAP memperkuat tata kelola respons setelah isu ditemukan.
Dengan mekanisme tersebut, komunikasi publik pemerintah diharapkan memiliki alur yang lebih utuh, mulai dari mendeteksi isu, melakukan verifikasi data, mengoordinasikan perangkat daerah terkait, hingga menyusun dan mendokumentasikan respons pemerintah.
Pelatihan tersebut turut menghadirkan Kasubag Penyiapan Materi Pimpinan I Dewa Putu Gede Suarjaya, Sekretaris DKLH Provinsi Bali Ni Putu Ayu Puryani, Kabid P4 Hutan dan KSDAE Provinsi Bali Hesti Sagiri, serta Direktur PT Bali Pustaka News sekaligus Komisaris PT Info Warga Republik, Anugrah Arifanto, sebagai narasumber.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa kecepatan pemerintah dalam merespons isu publik sangat bergantung pada kemampuan mendeteksi isu sejak dini serta kecepatan perangkat daerah dalam menyediakan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Reporter: Anugrah Arifanto
#DKLHBali #PemprovBali #SIMPATI #BALISIGAP #KomunikasiPublik
