Nusamedia Bali

Koster: Pencegahan Korupsi Harus Dimulai dari Keluarga

NUSAMEDIANEWS.COM | DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa upaya pencegahan korupsi harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, suami dan istri memiliki peran penting untuk saling mengingatkan agar tekanan kehidupan tidak mendorong anggota keluarga mengambil jalan yang melanggar hukum.

Hal tersebut disampaikan Koster saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas 2026 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Keluarga Berintegritas Melalui Penanaman Nilai-Nilai Antikorupsi” tersebut turut dihadiri Wakil Ketua KPK RI Ibnu Basuki Widodo.

Koster mengatakan keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan perilaku seseorang. Karena itu, penanaman nilai integritas dinilai perlu dimulai dari hubungan antara suami, istri, serta anggota keluarga lainnya.

“Sering kali hal-hal yang kurang baik, kurang sehat, muncul karena tekanan-tekanan dalam kehidupan,” kata Koster.

Ia mencontohkan, tekanan ekonomi dapat muncul ketika keinginan dalam rumah tangga tidak sebanding dengan kemampuan finansial keluarga.

“Mungkin istri yang berlebihan, inginnya ini itu, suami nggak mampu, akhirnya mengambil cara yang tidak bagus, atau sebaliknya. Jadi itu sering sekali terjadi,” ujarnya.

Menurut Koster, kondisi tersebut perlu dicegah melalui komunikasi terbuka dan sikap saling mengingatkan di dalam keluarga. Ia menilai program Keluarga Berintegritas menjadi penting karena upaya pencegahan korupsi dilakukan dari lingkungan yang paling dekat dengan seseorang.

Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Dalam kesempatan tersebut, Koster juga memaparkan sejumlah langkah Pemerintah Provinsi Bali dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Salah satunya melalui reformasi birokrasi dan penyederhanaan organisasi perangkat daerah. Koster menyebut jumlah perangkat daerah di lingkungan Pemprov Bali telah dikurangi dari 49 menjadi 38.

Pengisian jabatan, lanjut Koster, diarahkan menggunakan merit system dengan mempertimbangkan prestasi, persyaratan administratif, serta kemampuan pejabat.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta uang dalam proses promosi jabatan selama memimpin Bali.

“Sepanjang saya menjadi gubernur ini nggak pernah minta-minta uang untuk mengisi jabatan. Boleh dicek yang jadi eselon II, eselon III, eselon IV, nggak pernah kami promosi minta uang,” ucapnya.

Koster menilai praktik transaksi dalam pengisian jabatan dapat membuka peluang terjadinya penyimpangan. Pejabat yang mengeluarkan uang untuk memperoleh suatu posisi, menurutnya, dapat terdorong mencari cara untuk mengembalikan uang tersebut.

“Kalau pengisian jabatan diisi dengan cara-cara yang tidak sehat, nyogok, bayar, harus berpikir nanti dia mengembalikan uangnya dari mana?” katanya.

Selain penataan birokrasi, Koster mengatakan perjalanan dinas di lingkungan Pemprov Bali kini diperketat. Pelayanan publik juga terus diarahkan menggunakan sistem digital untuk mempersempit ruang terjadinya penyimpangan.

Integritas Tetap Jadi Kunci

Koster menegaskan bahwa sistem pemerintahan yang baik tidak akan berjalan optimal apabila tidak didukung oleh orang-orang yang memiliki integritas.

“Sebagus apa pun sistem, kalau orangnya tidak berintegritas, segala hal bisa terjadi. Di situlah saya kira peran keluarga, suami-istri itu saling mengingatkan,” ujar Koster.

Ia pun meminta seluruh peserta mengikuti Bimtek Keluarga Berintegritas secara disiplin hingga selesai agar materi yang diberikan KPK dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Koster mengapresiasi KPK yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia berharap penguatan integritas dari lingkungan keluarga dapat berjalan seiring dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Reporter: Anugrah Arifanto

#NusamediaNews #KeluargaBerintegritas #CegahKorupsi #KPKRI #WayanKoster

nusamedia

Bersama Menyuarakan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *