Proyek Pengaspalan Jalan Rajamin Purba Perdagangan Disorot, Warga Keluhkan Pengerjaan Terputus-putus
Pengaspalan Tak Menyeluruh, Lubang Jalan Dinilai Membahayakan Pengendara

NUSAMEDIANEWS.COM | PERDAGANGAN — Proyek rekonstruksi dan pengaspalan Jalan Rajamin Purba, Kecamatan Bandar, kawasan Perdagangan, Kabupaten Simalungun, menjadi sorotan masyarakat. Pengerjaan pengaspalan yang terlihat terputus-putus menyisakan sejumlah bagian jalan berlubang dan permukaan yang tidak rata sehingga dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat (16/10/2026), pengaspalan terlihat belum menyeluruh. Sejumlah bagian jalan telah dilapisi aspal baru, sementara bagian lainnya masih menggunakan aspal lama yang tampak rusak dan berlubang.
Kondisi tersebut memunculkan keluhan dari warga dan pengguna jalan. Perbedaan permukaan antara bagian yang telah diaspal dan bagian yang masih rusak dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengendara, terutama pengendara sepeda motor pada malam hari maupun ketika hujan.

Salah seorang warga yang melintas mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi pengerjaan jalan tersebut.
“Ini bukan memperbaiki jalan kalau masih menyisakan titik-titik berbahaya. Pengaspalan yang terputus-putus membuat pengendara harus ekstra hati-hati karena permukaan jalan tiba-tiba berubah dari mulus menjadi berlubang. Apakah harus menunggu ada korban baru dilakukan perbaikan secara menyeluruh?” ujarnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Simalungun, khususnya dinas yang membidangi pekerjaan umum, segera turun ke lapangan untuk memeriksa kondisi pekerjaan tersebut.
Masyarakat juga meminta agar pengawasan terhadap pelaksanaan proyek dilakukan secara serius, termasuk memastikan kualitas pengerjaan, pemerataan permukaan jalan, serta kesesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan kontrak yang berlaku.
Kontraktor pelaksana diharapkan segera melakukan evaluasi dan memperbaiki bagian jalan yang masih rusak apabila bagian tersebut termasuk dalam lingkup pekerjaan proyek. Langkah tersebut dinilai penting agar pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan justru menyisakan persoalan keselamatan.




Selain itu, warga meminta pihak terkait memberikan penjelasan mengenai tahapan pengerjaan, cakupan pengaspalan, serta target penyelesaian proyek agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak dinas terkait maupun kontraktor pelaksana mengenai kondisi pengerjaan yang dikeluhkan warga tersebut.
Nusamedia membuka ruang bagi pemerintah daerah, dinas terkait, dan kontraktor pelaksana untuk memberikan penjelasan maupun hak jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
(Maruli Nainggolan)

