Nusamedia Bali

Gubernur Wayan Koster Turun Langsung Pantau SPBU, Pastikan Pasokan BBM Bali Tetap Terjaga

NUSAMEDIANEWS.COM | DENPASAR – Gubernur Bali, I Wayan Koster, turun langsung memantau sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Dewata. Langkah ini dilakukan menyusul antrean kendaraan dan laporan kekosongan stok BBM di sejumlah titik yang memicu kekhawatiran masyarakat.

Dalam rangkaian pemantauan tersebut, Koster mendatangi sejumlah SPBU untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus mendengarkan keluhan masyarakat yang mengantre mendapatkan BBM. Ia juga berkoordinasi dengan pihak Pertamina guna mendorong percepatan penyaluran pasokan ke SPBU yang mengalami kekosongan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghubungi manajemen Pertamina Depo Sanggaran setelah menerima laporan mengenai SPBU yang tidak beroperasi akibat stok BBM habis. Dalam laporan tersebut, disebutkan adanya instruksi pengiriman pasokan darurat sebanyak 15.000 liter BBM ke SPBU terdampak untuk membantu mengurai antrean kendaraan.

Pemantauan langsung ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam merespons keluhan masyarakat dan mengawal distribusi energi agar kebutuhan BBM tetap terpenuhi.

Di tengah situasi tersebut, Koster juga menghadapi beragam tanggapan dan kritik di media sosial. Namun, pemerintah daerah diharapkan tetap berfokus pada penanganan persoalan di lapangan, memastikan distribusi berjalan lancar, serta memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.

“Kebutuhan BBM masyarakat Bali adalah hal mendasar yang harus dipastikan ketersediaannya. Kami tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal di lapangan sampai kondisi benar-benar aman dan kondusif,” demikian pernyataan Koster sebagaimana dikutip dalam bahan rilis.

Upaya pemantauan dan koordinasi antara Pemprov Bali dengan Pertamina diharapkan dapat mempercepat penanganan gangguan pasokan, mengurangi antrean di SPBU, serta menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan.

Ke depan, pengawasan distribusi dan komunikasi yang terbuka kepada publik menjadi penting agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai ketersediaan BBM, sekaligus mencegah terulangnya persoalan serupa.

(Kadek Ariawan)

nusamedia

Bersama Menyuarakan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *