Antisipasi Hantavirus, Lapas Tabanan Galakkan Budaya Hidup Bersih dan Sehat
NUSAMEDIANEWS.COM | TABANAN – Menyikapi meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit yang dibawa hewan pengerat, termasuk Hantavirus, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan bergerak cepat dengan menggalakkan budaya hidup bersih dan sehat secara menyeluruh. Pada Jumat (5/6/2026), seluruh jajaran petugas bersama Warga Binaan bahu-membahu melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan sebagai langkah strategis antisipatif menciptakan kawasan yang higienis, aman, dan bebas dari sumber penyakit menular.

Kegiatan pembersihan dilakukan secara intensif dan merata mencakup seluruh titik vital, mulai dari blok hunian warga binaan, ruang pelayanan, halaman kantor, hingga area depan dan sekeliling lingkungan lapas. Langkah ini bukan hanya bertujuan menciptakan keindahan dan kerapian, namun lebih jauh sebagai upaya deteksi dini dan pemutusan rantai kehidupan hewan pengerat yang diketahui menjadi inang utama penyebaran virus berbahaya tersebut.
Dokter Lapas Tabanan, Luh Putu Tresnadewi, menjelaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah kunci utama dan langkah paling efektif dalam mencegah berkembangbiaknya tikus serta serangan penyakit yang dibawanya. Menurutnya, lingkungan yang kotor, lembap, dan banyak sampah menjadi tempat tinggal ideal bagi hewan pengerat. Oleh karena itu, menjaga kebersihan berarti menghilangkan sumber makanan dan tempat berlindung mereka.
“Pencegahan selalu jauh lebih baik daripada pengobatan. Dengan menjaga kebersihan lingkungan secara rutin dan berkelanjutan, kita dapat menekan sekecil mungkin potensi keberadaan hewan pengerat. Ini otomatis akan menurunkan risiko penyebaran penyakit, termasuk Hantavirus. Kebersihan di lingkungan pemasyarakatan ini harus menjadi tanggung jawab dan kesadaran bersama, baik petugas maupun warga binaan,” ujar Tresnadewi.
Sementara itu, Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan prioritas utama dalam menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh penghuni lapas. Ia menekankan bahwa kebersihan bukan sekadar soal kerapian fisik semata, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan bersama yang berdampak langsung pada keberlangsungan aktivitas pembinaan.
“Menjaga kebersihan lingkungan bukan sekadar menciptakan suasana yang enak dipandang dan nyaman, tetapi ini adalah pertahanan pertama kita. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa mencegah penyakit itu dimulai dari hal-hal sederhana, dilakukan rutin, dan berkelanjutan. Kita pastikan lingkungan lapas tetap bersih, sehat, dan aman dari segala ancaman penyakit,” tegas Prawira Hadiwidjojo.
Langkah ini mencerminkan komitmen penuh Lapas Tabanan dalam menerapkan standar kesehatan lingkungan yang ketat. Dengan lingkungan yang senantiasa terawat dan bersih, diharapkan kesadaran kolektif akan pentingnya hidup sehat semakin tumbuh kuat, risiko penularan penyakit dapat diminimalisir, sehingga seluruh program pembinaan maupun pelayanan publik dapat berjalan lancar, aman, dan optimal.
(Gusti)
