Gubernur Koster dan Menhub Sepakati Pengembangan Bandara Letkol Wisnu hingga Water Taxi Ngurah Rai–Canggu
NUSAMEDIANEWS.COM | DENPASAR – Gubernur Bali I Wayan Koster bertemu dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi untuk membahas sejumlah proyek strategis penguatan konektivitas udara dan laut di Bali. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Kamis (9/7/2026), dihadiri pula Bupati Buleleng, Bupati Klungkung, Bupati Karangasem, serta perwakilan Kabupaten Badung.
Kementerian Perhubungan menyatakan dukungan penuh terhadap empat usulan utama Pemprov Bali: pengembangan Bandara Letkol Wisnu, revitalisasi Pelabuhan Celukan Bawang, pengembangan pelabuhan di Kusamba, Amed dan Sangsit, serta pembangunan jalur water taxi.


Bandara Letkol Wisnu: Fokus Dukungan, Bukan Bandara Komersial Baru
Gubernur Koster menjelaskan pengembangan bandara eksisting di Buleleng ini bertujuan mengurangi beban Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dengan fungsi melayani pendaratan darurat, penerbangan carter, jet pribadi, serta logistik dan pengangkutan peralatan.
“Kami belum berencana menjadikannya bandara komersial seperti Ngurah Rai. Bali terbatas lahannya, sehingga lahan produktif, ketahanan pangan, dan ekosistem subak harus tetap kami jaga,” tegasnya.
Pemprov telah membentuk badan usaha dan menyiapkan pembebasan lahan, sekaligus membuka peluang investasi. Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan prioritas pengembangan ini karena berbasis fasilitas yang sudah ada, sehingga lebih siap dan minim kendala lahan dibanding rencana pembangunan bandara baru dari nol.
Konektivitas Laut Kurangi Kemacetan
Sektor laut juga menjadi perhatian utama:
– Pelabuhan Celukan Bawang: Direvitalisasi Pelindo agar dapat melayani kapal Ro-Ro dari Jangkar dan Banyuwangi, guna mengurai kepadatan arus lalu lintas Denpasar–Gilimanuk saat musim liburan;
– Pelabuhan Kusamba, Amed, Sangsit: Dikembangkan untuk mendukung logistik sekaligus membuka pusat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata baru di luar Bali Selatan;
– Water Taxi Ngurah Rai–Canggu: Jalur laut ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh dari 1,5–2 jam lewat darat menjadi hanya 30 menit. Target penyelesaian fasilitas November 2026, menunggu normalisasi pantai oleh Kementerian PUPR.
Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga mendorong pemerataan pembangunan sekaligus menjaga kelestarian lahan pertanian di Bali.
(Anugrah Arifanto)
#KonektivitasBali #BandaraLetkolWisnu #WaterTaxiBali #Menhub #GubernurKoster #InfrastrukturBali
—
