LDII Rungkut Kidul Berikan Pembekalan dan Edukasi Tata Cara Peramutan Jenazah Sesuai Syariat Islam
NUSAMEDIANEWS.COM | SURABAYA – Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah LDII Rungkut Kidul menyelenggarakan pelatihan dan pembekalan mengenai tata cara peramutan jenazah bagi warga lingkungan tersebut. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Miftahul Huda Rungkut Kidul pada Jumat (19/6/2026) dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap prosedur pemakaman yang sesuai ajaran Islam.
Pelatihan dipandu oleh Ustadz Purwanto dan Ustadz Mashuda dari Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah LDII Rungkut Kidul. Ustadz Purwanto menjelaskan bahwa kematian dapat datang sewaktu-waktu, sehingga setiap individu harus memiliki bekal kemampuan untuk menunaikan tugas meramut jenazah sesuai tuntunan agama.


“LDII berkewajiban memberikan pemahaman teknis pelaksanaan peramutan jenazah kepada seluruh warga, agar kita siap dalam situasi apa pun,” ujarnya.
Dalam penjelasannya, Ustadz Purwanto menguraikan tahapan proses yang dimulai sejak menerima kabar meninggalnya seseorang. Ia menyampaikan bahwa pengurus dan keluarga akan segera melakukan musyawarah untuk menyiapkan tempat pemandian serta persiapan pemakaman.
Untuk kelancaran pelaksanaan, tim peramut dibagi menjadi dua kelompok: kelompok yang bertugas memandikan dan mensucikan jenazah, serta kelompok yang bertugas menggali kubur.
Mengenai tata cara memandikan jenazah, ia menjelaskan bahwa hal tersebut harus dilakukan di ruang tertutup dengan memisahkan pelaksana sesuai jenis kelamin: jenazah laki-laki dimandikan oleh laki-laki, dan jenazah perempuan dimandikan oleh perempuan.


“Langkahnya diawali dengan membersihkan kotoran atau najis, kemudian membilas dan membasuh dari kepala hingga kaki menggunakan sabun. Jenazah diposisikan miring ke kanan lalu disiram bersih, dilanjutkan dengan posisi miring ke kiri hingga selesai,” terangnya.
Setelah jenazah bersih, dilanjutkan dengan persiapan kain kafan sebanyak tiga lapis yang disesuaikan dengan ukuran jenazah. Jenazah kemudian dibungkus dengan cara dililit dari kanan dan kiri, dengan posisi tangan sedekap seperti saat salat dan kaki lurus rapat. Kain kafan dipotong menjadi enam bagian untuk keperluan pembungkusan dan pengikat.
Melalui kegiatan ini, LDII Rungkut Kidul berharap warganya memiliki pemahaman yang benar dan tepat sesuai syariat dalam menjalankan ibadah pemakaman. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata peran organisasi dalam mempersiapkan anggota agar siap memberikan kontribusi positif dalam berbagai situasi kehidupan.
“Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan guna memperkuat kesiapsiagaan kita dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan,” tutup Ustadz Purwanto.
(Redho Fitriyadi)
