DaerahHukumInformationPolitikSosBudUpdate News

ALIANSI MADURA INDONESIA KECAM SIKAP CUEK BUPATI DAN DINAS PUPR BANGKALAN: MAKAM PAHLAWAN KOTOR DAN TELANTAR DI TENGAH KOTA

NUSAMEDIANEWS.COM, BANGKALAN – Kondisi Taman Makam Pahlawan (TMP) yang berlokasi strategis di Jalan Soekarno-Hatta No. 45, Kelurahan Mlajeh, Bangkalan—tepat di jantung kota dan berhadapan langsung dengan Mapolres Bangkalan—kini menjadi sorotan tajam sekaligus aib. Tempat bersejarah peristirahatan terakhir para pejuang kemerdekaan itu terlihat memprihatinkan: kotor, terbengkalai, dan dipenuhi rumput liar yang tumbuh tak terawat. Kondisi ini memicu gelombang kemarahan masyarakat, yang menilai sikap acuh tak acuh Pemerintah Kabupaten Bangkalan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai pengkhianatan terhadap jasa para pahlawan bangsa.

Menanggapi keprihatinan yang meluas tersebut, Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI) angkat bicara dengan nada keras dan penuh kecaman. Bagi organisasi ini, pembiaran kondisi makam pahlawan yang kumuh adalah bukti nyata hilangnya rasa hormat dan keteladanan dari para penyelenggara negara.

“Ini sangat memalukan dan memuakkan! Makam pahlawan itu adalah simbol kehormatan dan kemerdekaan bangsa. Bagaimana mungkin tempat suci para pejuang dibiarkan menjadi seperti tanah tak bertuan di tengah kota yang padat? Ke mana anggaran pemeliharaan dan perawatan fasilitas publik? Di mana rasa tanggung jawab dan hati nurani Bupati serta Kepala Dinas PUPR?” tegas Ketua Umum AMI dengan nada geram, Sabtu (16/5/2026).

Cermin Buruk Tata Kelola Kota

Lebih jauh, AMI menilai kerusakan dan ketelantaran Taman Makam Pahlawan ini bukan kasus berdiri sendiri, melainkan cermin buruknya manajemen dan tata kelola infrastruktur di Kabupaten Bangkalan secara keseluruhan. Masih di kawasan pusat kota, kondisi fasilitas umum lain seperti trotoar dan jalur pejalan kaki juga terpantau rusak parah, kusam, dan tidak terurus, tanpa ada tanda-tanda perbaikan dari pihak berwenang.

“Kalau mengurus makam pahlawan saja lengah dan tidak peduli, apalagi mengurus kepentingan rakyat biasa. Ini bukti nyata lemahnya pengawasan dan minimnya rasa memiliki aset daerah dari para pejabatnya,” tambahnya.

Pemkab dan Dinas PUPR Kompak Bungkam

Yang semakin memperuncing kritik adalah sikap diam seribu bahasa dari jajaran Pemkab Bangkalan dan Dinas PUPR. Awak media telah berupaya melakukan konfirmasi dan meminta klarifikasi terkait keluhan masyarakat ini melalui pesan singkat WhatsApp. Namun, hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun respons, penjelasan, atau kejelasan mengenai rencana perbaikan yang disampaikan oleh pihak dinas maupun pejabat terkait.

Kebisuan para pemangku kebijakan ini memicu spekulasi dan penilaian negatif di tengah masyarakat. Banyak warga yang beranggapan bahwa sikap diam ini merupakan bukti Pemkab Bangkalan memang sengaja mengabaikan tanggung jawab konstitusionalnya dalam merawat fasilitas publik dan menjaga kelestarian situs sejarah yang bernilai tinggi.

Aliansi Madura Indonesia pun berjanji tidak akan berhenti mengawal isu ini, dan mendesak Bupati Bangkalan turun tangan langsung memerintahkan pembenahan total Taman Makam Pahlawan serta mengevaluasi kinerja dinas terkait. Menurut mereka, menghormati pahlawan adalah kewajiban mutlak, dan kelalaian dalam hal ini tidak bisa dimaafkan dengan alasan apa pun.

(Redho)

nusamedia

Bersama Menyuarakan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *