RUTIN TIAP MINGGU, MASYARAKAT DUSUN GORIS PASAR PEJARAKAN BERGERAK BERSIHKAN LINGKUNGAN DAN ANTISIPASI BANJIR

NUSAMEDIANEWS.COM, PEJARAKAN – Semangat kepedulian lingkungan dan budaya gotong royong masih sangat kental terpelihara di Dusun Goris Pasar, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Setiap hari Minggu, warga sekitar bersatu padu melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan, yang kali ini turut melibatkan para ibu wali murid dari Taman Kanak-Kanak (TK) Bhakti Kumara Desa Pejarakan, Minggu (17/5/2026).
Gerakan bersih-bersih ini difokuskan pada pemungutan dan pemilahan sampah, khususnya sampah plastik dan limbah non-organik yang menjadi penyumbang terbesar pencemaran lingkungan. Keterlibatan aktif para ibu wali murid menjadi kekuatan tersendiri, sekaligus menjadi contoh nyata bagi anak-anak dan masyarakat luas akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.
Cegah Banjir, Normalisasi Kali Dilakukan Jauh Hari



Pengurus Yayasan Bhakti Kumara, Dewa Made Dicky Dwi Hendrawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata tanggung jawab bersama demi mewujudkan lingkungan yang bersih, asri, dan sehat. Ia menekankan, pembersihan saluran air atau pangkung yang membelah pemukiman padat penduduk harus dilakukan secara rutin dan jauh-jauh hari, mengingat curah hujan yang masih cukup tinggi belakangan ini.
“Kita semua tahu, selama musim hujan seperti ini, penyebab utama meluapnya air dan terjadinya banjir di pemukiman adalah saluran air yang tersumbat sampah. Maka dari itu, kegiatan ini wajib dilakukan rutin, agar aliran air lancar dan warga terhindar dari risiko banjir yang merugikan,” ungkap Dewa Made Dicky Dwi Hendrawan.
Imbauan Kelola Sampah Mandiri dan Tidak Buang ke Kali
Lebih jauh, Dewa Dicky juga terus memberikan himbauan secara intensif kepada seluruh warga Dusun Goris Pasar. Ia mengingatkan agar masyarakat mulai menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri di rumah masing-masing, serta tegas melarang kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan ke sungai atau kali.
Ia juga mengingatkan mekanisme yang sudah berjalan di desa: warga diminta mengumpulkan sampah non-organik di tempat yang telah ditentukan, yang nantinya akan dipungut dan dikelola oleh petugas kebersihan desa. Langkah ini diharapkan dapat memutus rantai penyebaran sampah ke aliran air.
Ajak Warga Aktif di Medsos Sebarkan Pesan Lingkungan
Menariknya, Dewa Dicky juga memanfaatkan peran media sosial dalam kampanye ini. Secara khusus, ia menghimbau kepada para ibu-ibu warga yang aktif bermedia sosial, untuk turut menyebarluaskan pesan dan edukasi pengelolaan sampah. Ia mencontohkan keteladanan dari Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali sekaligus Duta Sampah Bali, Ibu Ni Putu Putri Suastini Koster, yang gencar memposting dan mengampanyekan program pengelolaan sampah berbasis sumber.
“Kepada ibu-ibu yang aktif di media sosial, mari kita contoh dan implementasikan apa yang sering disampaikan dan diposting oleh Ibu Ketua PKK Provinsi. Sebarkan himbauan pengelolaan sampah dari sumbernya, supaya makin banyak yang sadar dan ikut menjaga lingkungan kita agar tetap bersih, indah, dan aman dari bencana,” pungkasnya.
Gerakan ini menjadi bukti bahwa perubahan besar dimulai dari kesadaran kecil dan tindakan nyata di lingkungan terdekat, demi kenyamanan dan keselamatan bersama.
(Kadek Ariawan)
