
NUSAMEDIANEWS.COM, MAGELANG – Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Setya Kita Pancasila (SKP) melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus tukar pikiran ke Akademi Militer (Akmil) Magelang. Rombongan organisasi kemasyarakatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Andreas Sumual dan Sekretaris Jenderal Meiske Lainsamputty, serta diterima secara resmi oleh Gubernur Akmil, Mayjen TNI Ranno Tilaar, di Aula Kehormatan Akmil, Magelang.
Pertemuan ini berlangsung dalam suasana hangat, kekeluargaan, dan penuh semangat kebangsaan. Momen kebersamaan terekam dalam foto pertemuan di mana Ketua Umum Andreas Sumual tampak bersalaman erat dengan Mayjen TNI Ranno Tilaar, berlatar belakang logo sejarah Akmil bertuliskan “1945 – 1957” serta semboyan Adhitakarya Mahatvavirya Nagarabhukti. Jajaran pengurus DPP SKP juga terlihat berfoto bersama dengan sikap mengepalkan tangan ke udara, sebuah simbol semangat dan komitmen yang kuat dalam menjaga nilai-nilai Pancasila.
Sinergi Menjaga NKRI: Patriot dan Masyarakat Satu Tujuan

Pertemuan ini menjadi ajang strategis bagi organisasi berbasis nilai Pancasila dengan lembaga pendidikan pencetak kader perwira TNI Angkatan Darat untuk berdiskusi seputar wawasan kebangsaan dan bela negara. Dalam kesempatan tersebut, Andreas Sumual menegaskan bahwa kehadiran pihaknya adalah wujud niat tulus untuk bersinergi, di mana Akmil bertugas mencetak pemimpin militer yang berkarakter, sementara SKP bergerak mengedukasi dan menggerakkan masyarakat sipil hingga ke akar rumput.
“Kami dari Setya Kita Pancasila datang ke bumi Akmil untuk bersinergi dan belajar. Akmil mencetak para patriot pembela negeri, SKP menggerakkan masyarakat sipil agar tetap setia pada dasar negara. Tujuannya kami sama: menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila,” tegas Andreas Sumual.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal SKP, Meiske Lainsamputty, menambahkan bahwa kolaborasi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas lagi. Ia mencontohkan, kerja sama bisa dilakukan dalam bentuk program edukasi kebangsaan, seminar bela negara, hingga pembinaan karakter bagi generasi muda melalui kegiatan kepemudaan.
“Generasi muda harus paham betul jati diri bangsa dan sejarahnya. Di sini, Akmil punya keunggulan dalam hal kedisiplinan dan nilai keprajuritan, sedangkan SKP memiliki jaringan yang luas di tengah masyarakat. Jika kedua kekuatan ini digabung, dampaknya bagi persatuan dan karakter bangsa akan luar biasa,” ucap Meiske Lainsamputty penuh optimis.
Akmil Buka Pintu Kerja Sama dengan Elemen Bangsa
Menyambut baik kedatangan jajaran pimpinan SKP, Gubernur Akmil, Mayjen TNI Ranno Tilaar, menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya senantiasa membuka pintu lebar-lebar bagi elemen masyarakat yang memiliki visi dan misi sejalan, yakni menjaga keutuhan bangsa serta mempertahankan ideologi Pancasila.
Bagi Mayjen Ranno Tilaar, sinergi antara unsur militer dan masyarakat sipil merupakan hal yang sangat positif dan diperlukan untuk memperkokoh fondasi negara. Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta pertemuan. Momen jabat tangan erat antara Ketua Umum Andreas Sumual dan Gubernur Akmil Mayjen TNI Ranno Tilaar menjadi simbol nyata kekuatan sinergi sipil-militer yang kokoh demi Indonesia.
Sebagai penegas identitas gerakannya, semboyan Setya Kita Pancasila kembali mengingatkan seluruh elemen bangsa: “Setia pada Pancasila, Mengabdi untuk Negeri!”
(Kadek Ariawan)






