Resmi Dikukuhkan, DPD FBN RI Bali Fokus Perkuat Ideologi Kebangsaan
NUSAMEDIANEWS.COM | DENPASAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Bela Negara Republik Indonesia (FBN RI) Provinsi Bali resmi memiliki kepengurusan definitif. Hal ini ditandai dengan pelantikan DPD FBN RI Bali beserta jajaran kepengurusan tingkat kabupaten dan kota se-Provinsi Bali yang digelar di Aula Komando Resor Militer (Korem) 163/Wirasatya, Denpasar, pada Minggu (7/6/2026). Prosesi pelantikan tersebut dirangkaikan dengan pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) sebagai landasan penyusunan program kerja organisasi ke depan.
Pengukuhan kepengurusan yang baru ini meliputi seluruh jajaran DPD FBN RI di wilayah Bali, yakni Tabanan, Denpasar, Badung, Jembrana, Buleleng, Gianyar, Bangli, Karangasem, dan Klungkung. Seluruh wilayah tersebut sebelumnya telah melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) pada 24 Mei 2026 lalu sebagai tahapan persiapan pemilihan pimpinan.

Mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”, momen ini menjadi titik awal penguatan komitmen kebangsaan. Organisasi bertekad untuk semakin menebarkan semangat menjaga dan mengamalkan empat pilar kebangsaan: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Mewakili Gubernur Bali Wayan Koster, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, ST., M.Si., menyambut hangat terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial biasa, melainkan bentuk komitmen nyata dalam merawat semangat cinta tanah air, khususnya di kalangan masyarakat Bali.
“Bela negara adalah tanggung jawab seluruh anak bangsa, bukan semata-mata urusan militer atau TNI-Polri. Bela negara adalah panggilan jiwa bagi seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Kepulauan Rote, dari pegunungan hingga pesisir. Khususnya di Bali, semangat gotong royong, nilai Tri Hita Karana, dan kearifan lokal yang ada merupakan manifestasi nyata dari jiwa bela negara itu sendiri,” ujarnya.
Lebih jauh, Wesnawa Punia menilai visi pembangunan daerah Nangun Sat Kerthi Loka Bali sangat sejalan dengan tujuan dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FBN RI. Ia pun mendorong organisasi ini untuk aktif berkolaborasi dengan pemerintah serta 1.500 desa adat di Bali yang kini memiliki payung hukum kuat melalui Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023. Menurutnya, pendekatan berbasis adat, tradisi, dan budaya adalah bentuk bela negara yang paling relevan dan kontekstual di Pulau Dewata.
“Embanlah amanah ini dengan sepenuh hati. Jabatan bukan sekadar kehormatan, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk hadir di tengah masyarakat dan menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Jadikan Forum Bela Negara sebagai jembatan penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun ketahanan nasional, mulai dari tingkat desa hingga provinsi,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FBN RI, Prof. Dr. Ir. Zainal Abidin Sahabudin, M.M., dalam arahannya mendorong pengurus baru Bali untuk segera merumuskan program kerja yang tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat. Ia juga mengingatkan seluruh pengurus yang baru dilantik, yang telah mengucapkan sumpah dan ikrar, untuk senantiasa menjaga integritas.
Pakar pertahanan yang juga Guru Besar Universitas Pertahanan RI ini menegaskan bahwa sanksi tegas akan diberlakukan bagi siapa pun yang melanggar sumpah janji organisasi. Sebagai contoh, ia menyebutkan bahwa Sekretaris Jenderal DPP FBN RI telah dinonaktifkan karena dianggap melanggar aturan, begitu pula dengan Ketua DPW FBN RI DKI Jakarta yang diproses pemberhentian tidak hormat. Langkah ini diambil demi menjaga marwah dan kehormatan organisasi.
“Kami mewanti-wanti DPD FBN RI Bali yang baru saja dilantik: jagalah integritas. Jangan lakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma, etika, dan jiwa bela negara. Disiplin, kejujuran, dan dedikasi tinggi harus dimulai dari hal-hal yang biasa, karena selebihnya akan menjadi luar biasa,” tegasnya. Ia juga berpesan agar anggota tidak sekadar datang tepat waktu, melainkan berusaha hadir sebelum waktu acara dimulai sebagai bentuk dedikasi.
Menanggapi pelantikan ini, Ketua DPW FBN RI Bali, Ida Bagus Putu Parta, S.E., S.H., mengaku bangga karena kepengurusan di seluruh Bali dapat dilantik secara serentak langsung oleh Ketua Umum, setelah melalui masa persiapan selama satu tahun. Ia berkomitmen memprioritaskan edukasi wawasan kebangsaan secara masif ke lingkungan sekolah dan masyarakat umum.
Di tengah derasnya arus informasi, program pelatihan bela negara bagi generasi muda disiapkan agar mereka memiliki ketangguhan mental dan ideologi. “Di era disrupsi informasi ini, peran FBN RI sangat krusial. Kami siap menjadi benteng ideologi Pancasila dan penggerak semangat bela negara di Bali dan Indonesia,” tegasnya.
Senada dengan itu, Penasehat Hukum DPP FBN RI wilayah Bali-NTB, Ida Bagus Putu Madeg, S.H., M.H., menambahkan pesan kunci bahwa bela negara sejati dimulai dari disiplin diri dan organisasi.
“Jangan ada ego, jangan merasa paling pintar. Ingat, bela negara itu artinya membela hak-hak masyarakat, bukan mempersempit ruang gerak rakyat,” ujarnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru dan arah kebijakan yang jelas, FBN RI Bali optimis dapat menjalankan peran strategisnya sebagai mitra pemerintah. Target utamanya adalah membangun ketahanan nasional dari akar rumput hingga tingkat provinsi, sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Pulau Dewata.
(Chairul)
