Diduga Abaikan Perawatan, Lahan Sawit Afdeling 5 Kebun Mayang PTPN IV Dibiarkan Terlantar
NUSAMEDIANEWS.COM | SIMALUNGUN – Kondisi pemeliharaan tanaman kelapa sawit di lingkungan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional II, khususnya Unit Kebun Mayang, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, kini menjadi sorotan tajam. Lahan produktif di Afdeling 5 diduga sengaja dibiarkan terlantar tanpa pelaksanaan penunasan pelepah secara berkala sebagaimana standar operasional prosedur.



Berdasarkan pantauan langsung awak media di lapangan, pepohonan kelapa sawit di kawasan tersebut tampak dipenuhi pelepah tua yang bergelantungan. Kegiatan penunasan yang seharusnya menjadi agenda wajib bagi tanaman menghasilkan (TM) justru hanya dilakukan di titik-titik tertentu—seperti di pinggir jalan utama—seolah sekadar formalitas untuk menutupi kelalaian pengelolaan.
Kelalaian pemeliharaan ini berdampak buruk secara sistemik, antara lain:
– Penurunan Produktivitas: Pelepah yang terlalu rimbun menyerap nutrisi yang seharusnya dialirkan untuk pembesaran buah;
– Kendala Pemanenan: Pelepah gondrong menghambat ruang gerak pemanen dan meningkatkan risiko keselamatan kerja;
– Kerugian Negara: Buah matang kerap tersangkut di ketiak pelepah, memicu tingginya angka kehilangan hasil (losses) yang merugikan aset negara.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait transparansi penggunaan anggaran. Pasalnya, setiap tahun BUMN ini mengalokasikan dana cukup besar khusus untuk pos biaya pemeliharaan kebun.
Nusamedia meminta manajemen Kebun Mayang PTPN IV Regional II memberikan klarifikasi resmi terkait pengabaian perawatan tersebut. Publik juga mendesak jajaran direksi segera turun tangan mengevaluasi kinerja manajemen kebun, guna mencegah kerusakan lebih lanjut dan menyelamatkan potensi pendapatan negara dari sektor perkebunan.
Reporter: TR. Sirait / LP. Lubis
#PTPNIV #KebunMayang #PengelolaanAsetNegara #PerkebunanSawit #Simalungun
—
