13 Panglingsir Puri Sejebag Bali Serahkan Lencana Padma Dharma Sandhi kepada Hasto Kristiyanto, Dorong Pemerataan Pembangunan dan Bandara Bali Utara
NUSAMEDIANEWS.COM | GIANYAR – Sebanyak 13 Panglingsir Puri Sejebag Bali berkumpul secara bersejarah di Puri Ageng Blahbatuh, Gianyar, Minggu (30/8/2026). Pertemuan ini memuncak dengan penyerahan Lencana Padma Dharma Sandhi kepada Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan periode 2025–2030, Hasto Kristiyanto. Lencana ini bermakna simbol persatuan, upaya merajut hubungan, serta membangun kesepahaman di tengah perbedaan.

Sebelum penyerahan penghargaan, berlangsung momen khidmat: Hasto bersama para panglingsir melaksanakan persembahyangan di hadapan Topeng Gajah Mada, lambang tekad persatuan Nusantara yang kuat.
Aspirasi: Kurangi Beban Bali Selatan, Buka Peluang Bali Utara
Di balik penghargaan yang bermakna persaudaraan ini, para Panglingsir menyampaikan pesan strategis mengenai arah pembangunan Bali. Kekuatan politik dinilai wajib diperjuangkan demi kepentingan rakyat, termasuk mengatasi ketimpangan wilayah yang terasa nyata.
Selama ini, pembangunan dan pertumbuhan pariwisata terpusat dominan di Bali Selatan, menimbulkan tekanan berupa kemacetan, penurunan kualitas lingkungan, serta kepadatan aktivitas yang tidak seimbang. Oleh karena itu, didesak perlunya pusat pertumbuhan baru di wilayah lain, khususnya pengembangan Bandara Internasional Bali Utara di Kubutambahan, Buleleng.
Sekretaris Majelis Paiketan Puri-Puri Sejebag Bali, AA Ngurah Ugrasena, menegaskan bahwa Bali harus dipandang sebagai satu kesatuan sistem.
“Kami tidak sedang berbicara tentang kepentingan satu wilayah. Kami berbicara tentang masa depan Bali. Kalau pembangunan terus terkonsentrasi di selatan, tekanan terhadap lingkungan, sosial dan ekonomi akan semakin besar,” ujarnya.
Ia berharap wacana pembangunan bandara tidak berhenti pada perdebatan semata. “Kami tidak menolak kajian. Kajian justru harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Tetapi setelah kajian, harus ada keputusan. Bali Utara membutuhkan kesempatan yang sama untuk berkembang,” tegasnya.
Hasto: Politik Sebagai Jalan Penyelesaian Persoalan Rakyat
Menerima amanah penghargaan tersebut, Hasto Kristiyanto menyikapinya sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat.
“Perbedaan adalah bagian dari demokrasi. Tetapi setelah perbedaan itu ada, kita harus mencari titik temu. Politik harus menjadi jalan untuk menyelesaikan persoalan rakyat, bukan menambah persoalan,” ucap Hasto.
Ia juga berkomitmen untuk mengawal aspirasi para Panglingsir melalui saluran politik yang dimilikinya.
“Kalau para panglingsir menyampaikan kebutuhan Bali untuk pemerataan pembangunan, untuk mengurangi beban Bali Selatan dan membuka pusat pertumbuhan baru di Bali Utara, aspirasi itu harus kita dengarkan. Saya akan memperjuangkannya melalui jalur politik yang saya miliki,” janjinya.
Sementara itu, Panglingsir Puri Ageng Blahbatuh, AA Ngurah Kakarsana, menekankan makna mendalam dari Padma Dharma Sandhi. Penghargaan ini bukan sekadar tanda penghormatan, melainkan simbol persaudaraan dan kesiapan mencari jalan tengah.
“Bali dibangun bukan dengan saling menjauh, tetapi dengan duduk bersama, mendengarkan dan mencari jalan terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya.
Bagi para pemangku adat ini, pembangunan Bandara Bali Utara bukan sekadar proyek infrastruktur transportasi, melainkan strategi kunci untuk menyeimbangkan peta ekonomi pulau dan menentukan arah masa depan Bali yang lebih berkeadilan.
(Kadek Ariawan | Nusamedia)
Tagar: #PanglingsirBali #PadmaDharmaSandhi #HastoKristiyanto #PemerataanPembangunan #BandaraBaliUtara #BaliUtaraBerkembang #KeseimbanganWilayah #AdatBali #Nusamedia
