
SUKABUMI,NUSAMEDIANEWS.COM – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi memicu terjadinya tanah longsor dan jebolnya Tembok Penahan Tanah (TPT). Kejadian ini berlangsung pada Sabtu dini hari, 18 April 2026, sekitar pukul 24.00 hingga 01.00 WIB, tepatnya di Kampung Bojongsoka, RT 001 RW 001, Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung.
Akibat curah hujan yang tinggi sejak sore hingga malam hari, struktur TPT tidak kuat menahan beban tanah hingga akhirnya jebol. Longsoran tersebut membawa material berupa tanah dan bebatuan besar yang langsung menutupi saluran drainase serta badan jalan utama di lokasi.
Beruntung dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, satu unit bangunan kios milik warga mengalami kerusakan sedang dan terancam tertimbun material longsor.
Warga Gotong Royong Bersihkan Jalan



Menyusul kejadian tersebut, warga setempat langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Pada Minggu (19/04/2026), masyarakat bahu-membahu membersihkan material longsoran yang menyumbat drainase dan jalan.
Hingga saat ini, material sisa longsoran dan puing bangunan yang terdampak sudah berhasil dibersihkan sehingga akses jalan dapat dilalui kembali.
Warga Khawatir Longsor Susulan
Meskipun kondisi jalan sudah bersih, warga masih merasa cemas dan khawatir akan terjadinya longsoran susulan. Mengingat kondisi tanah yang sudah jenuh air dan struktur TPT yang rusak parah, masyarakat meminta perhatian serius dari pemerintah daerah dan pihak terkait.
“Diperlukan penanganan lebihg lanjut dari pihak terkait, dikhawatirkan jika terjadi hujan deras kembali, akan terjadi longsor susulan,” ujar salah satu warga.
Kekhawatiran warga semakin besar karena adanya indikasi pergeseran tanah setelah TPT jalan jebol. Lokasi pemukiman warga yang berada tidak jauh dari titik longsor juga dikhawatirkan akan terdampak jika tidak segera dilakukan perbaikan permanen.
“Saya merasa cemas terjadi longsor, akan berdampak pada pergeseran tanah yang mengancam permukiman warga ke depannya,” tambahnya.
Sampai berita ini diturunkan, warga berharap pemerintah dapat segera menindaklanjuti dan melakukan penanganan cepat serta perbaikan TPT demi keselamatan bersama.
Reporter: Muhtar Bahtiar