Kabut Asap Karhutla Selimuti Sumatera Utara, Jarak Pandang Menurun dan Penerbangan Terganggu

NUSAMEDIANEWS.COM | MEDAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak pada meluasnya kabut asap hingga Sumatera Utara. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, menurunkan jarak pandang, hingga mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang.
Berdasarkan laporan BMKG pada Kamis (15/10/2026), jarak pandang di sejumlah stasiun pengamatan di Sumatera Utara berkisar 1–2 kilometer. Sebaran asap diduga berasal dari wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan yang terbawa pergerakan angin.
Dampak kabut asap juga dirasakan di Kota Medan. Pemerintah Kota Medan menyatakan kualitas udara telah berada pada tingkat yang kurang baik bagi kesehatan. Pemerintah setempat menyiapkan pembagian 1.800 kotak masker dan menginstruksikan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan.
Sementara itu, pengelola Bandara Internasional Kualanamu melaporkan tiga penerbangan domestik dibatalkan dan empat penerbangan mengalami penundaan akibat kondisi kabut asap.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution juga menyiapkan modifikasi cuaca untuk meningkatkan curah hujan sebagai salah satu upaya mengurangi dampak asap. Pemprov Sumut turut mengimbau pembelajaran jarak jauh bagi siswa SMA, SMK, dan SLB mulai Jumat (16/10/2026).

Masyarakat Diminta Waspada
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar, serta menjaga kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.
Pengendara juga diminta berhati-hati ketika melintas di tengah kabut asap karena jarak pandang yang menurun dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama pemerintah, petugas pemadam, dunia usaha, dan masyarakat. Upaya pemadaman serta pencegahan pembakaran lahan harus terus diperkuat agar dampak kabut asap tidak semakin meluas.
Perkembangan kualitas udara dan kondisi karhutla perlu terus dipantau melalui informasi resmi BMKG dan instansi terkait.
(I.Efendi)
NUSAMEDIA – Bersama Menyuarakan Rakyat.

