Nusamedia Sumut

PTPN IV Regional II Unit PKS Ajamu Terima Audiensi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Masyarakat

NUSAMEDIANEWS.COM | LABUHANBATU – Manajemen Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Ajamu, PTPN IV Regional II, menerima audiensi perwakilan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Masyarakat (AMPPM) yang menggelar aksi unjuk rasa di depan PKS Ajamu, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kamis (15/10/2026).

Audiensi berlangsung di kantor manajer PKS Ajamu. Pimpinan PKS Ajamu, Fahmi Yulijar, menerima aspirasi massa aksi bersama Maskep R. Sinaga, KTU Bambang Sukamto, Asisten A. Hutabarat, Ketua SPBUN A. Safril Nasution, dan Korkam Arwan Sianturi. Turut hadir Sertu S. Tanjung serta jajaran kepolisian, yakni Kapolsek Panai Tengah AKP Amlan, S.H., M.H., dan Kanit Reskrim IPDA Erik Rianto Hutabarat, S.H.

Perwakilan AMPPM, Rudi dan Subhan Siregar, menyampaikan empat tuntutan kepada manajemen PKS Ajamu. Tuntutan tersebut meliputi penghentian pencemaran udara, penyerapan tenaga kerja lokal, penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) dan bantuan bagi nelayan, serta jaminan kesehatan masyarakat.

Menanggapi tuntutan pertama terkait dugaan pencemaran udara, Manajer PKS Ajamu Fahmi Yulijar menyampaikan bahwa manajemen menjalankan pengelolaan pabrik dengan mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk dalam pengujian emisi dan limbah.

“Manajemen mengikuti regulasi yang ada. Dalam hal pengujian terkait emisi dan limbah, manajemen tetap berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup. Pihak yang ditunjuk untuk menguji emisi dan limbah adalah badan yang memiliki sertifikasi, yaitu PT Mutu Agung Lestari. Kami menindaklanjuti segala bentuk ketaatan dalam pengelolaan pabrik kelapa sawit,” ujarnya.

Terkait penyerapan tenaga kerja lokal, Fahmi menjelaskan bahwa dari 56 tenaga kerja alih daya (outsourcing) yang bekerja di PKS Ajamu, sebanyak 26 orang merupakan warga Kecamatan Panai Hulu.

“Dari 56 tenaga kerja yang bekerja di PKS Ajamu, 26 orang adalah putra Panai Hulu. Lebih dari 50 persen itu data riil,” ungkapnya.

Pada poin ketiga mengenai CSR dan bantuan nelayan, Fahmi menyatakan bahwa manajemen perusahaan secara rutin memberikan bantuan CSR kepada desa-desa di sekitar wilayah operasional perusahaan. Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya baru-baru ini telah memberikan bantuan kepada nelayan di Raja Melawan.

Sementara itu, terkait tuntutan jaminan kesehatan masyarakat, Fahmi menyampaikan bahwa manajemen perusahaan akan bersinergi dengan Dinas Kesehatan untuk membahas persoalan kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Manajemen perusahaan akan bersinergi dengan Dinas Kesehatan terkait kesehatan masyarakat,” katanya.

Fahmi berharap komunikasi dan hubungan antara perusahaan dengan masyarakat dapat terus terjaga dengan baik.

“Semoga ke depannya hubungan baik ini berjalan harmonis,” tutupnya.

Audiensi berlangsung lancar dan tertib. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi perwakilan AMPPM untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada manajemen PKS Ajamu. Manajemen menyatakan akan menindaklanjuti masukan yang disampaikan.

Kegiatan diakhiri dengan berjabat tangan antara pihak manajemen dan perwakilan massa aksi.

(Aan/Nusamedia)

nusamedia

Bersama Menyuarakan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *