Antrean BBM di Buleleng Barat Mulai Melandai, Sejumlah SPBU Masih Dipadati Pengendara

NUSAMEDIANEWS.COM | BULELENG – Antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Buleleng Barat, Bali, mulai menunjukkan kondisi yang lebih terkendali pada Sabtu (17/10/2026). Meski demikian, masyarakat masih harus mengantre untuk mendapatkan BBM, terutama pengendara sepeda motor.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, sejak pelayanan SPBU dibuka sekitar pukul 06.30 WITA hingga pukul 14.30 WITA, panjang antrean rata-rata terpantau maksimal sekitar 100 meter.
Antrean tersebut didominasi kendaraan roda dua yang datang untuk mengisi BBM di tengah situasi pasokan yang sebelumnya memicu antrean panjang di sejumlah wilayah Bali.
Kondisi tersebut terlihat di sejumlah SPBU, antara lain Pemuteran, Musi, Celukan Bawang, Banjarasem, Seririt, Tangguwisia, dan Dencarik.
Dibandingkan hari-hari sebelumnya, antrean di sejumlah titik tersebut tampak tidak separah sebelumnya. Namun, para pengendara masih harus bersabar menunggu giliran, bahkan di bawah terik matahari.
Sistem Ganjil Genap Diterapkan di Sejumlah SPBU

Dalam pemantauan tersebut, sistem pembelian BBM berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap terlihat diterapkan di SPBU Seririt dan Tangguwisia.
Sementara itu, SPBU Pemuteran, Musi, Celukan Bawang, Banjarasem, dan Dencarik masih melayani pelanggan seperti biasa. Berdasarkan kondisi antrean yang terpantau, penerapan sistem ganjil genap di sejumlah SPBU tersebut belum dinilai mendesak karena pelayanan masih dapat berjalan.
Perbedaan pola pelayanan ini menunjukkan bahwa pengaturan antrean dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di masing-masing lokasi.
Meski antrean mulai berkurang, kelancaran pelayanan tetap menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap pasokan BBM semakin stabil sehingga waktu tunggu di SPBU dapat terus dipersingkat.
PERTASHOP Sanggalangit Dipadati Pengendara
Sementara itu, antrean kendaraan roda dua juga terlihat di PERTASHOP Sanggalangit. Puluhan sepeda motor terpantau mengantre untuk membeli BBM jenis Pertamax.
Situasi ini menunjukkan bahwa kebutuhan BBM masyarakat di wilayah Buleleng Barat masih tinggi, sehingga kelancaran pasokan dan distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga aktivitas warga tetap berjalan.
Masyarakat berharap kondisi antrean terus membaik dalam beberapa hari ke depan. Selain memastikan ketersediaan stok, kelancaran distribusi BBM diharapkan mampu memberikan kepastian bagi pengendara yang setiap hari membutuhkan bahan bakar untuk bekerja maupun menjalankan aktivitas lainnya.
(Kadek Archo)

