Agung Endrawan dan Ketua Ombudsman RI Bekali Lulusan FH UNAS Hadapi Persaingan Karier

NUSAMEDIANEWS.COM|JAKARTA – Persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya mengandalkan ijazah dan kemampuan akademik. Integritas, kompetensi, jejaring profesional, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi bekal penting dalam membangun karier yang berkelanjutan.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan pelepasan lulusan Fakultas Hukum Universitas Nasional (FH UNAS) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Gedung Menara UNAS, Ragunan, Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Hukum UNAS, Prof. Dr. Basuki Rekso Wibowo, S.H., M.S., didampingi Wakil Dekan Dr. Mustakim, S.H., M.H., CMC. Acara ini menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua Ombudsman RI, Nuzran Joher, serta alumni FH UNAS yang bertugas sebagai jaksa pada Kejaksaan Agung RI, IGN Agung Yuliarta Endrawan, S.H., M.H., CCFA.
Dalam pemaparannya, Agung menekankan pentingnya membangun lingkungan pergaulan dan jejaring profesional yang tepat sejak dini. Menurutnya, relasi yang dibangun selama masa pendidikan maupun setelah memasuki dunia kerja dapat membuka wawasan dan memperluas peluang karier.
Namun, ia mengingatkan bahwa jejaring profesional harus dibangun di atas kompetensi, kepercayaan, dan hubungan yang sehat, bukan semata-mata untuk mendapatkan kemudahan atau keuntungan pribadi.
Agung juga menegaskan bahwa ilmu pengetahuan merupakan fondasi untuk memahami persoalan, integritas menjadi pegangan dalam bertindak, sedangkan profesi merupakan sarana pengabdian dan pelaksanaan amanah, khususnya di bidang hukum.
Keberhasilan, menurutnya, tidak semata-mata diukur dari jabatan maupun penghasilan, tetapi juga dari sejauh mana pengetahuan dan profesi yang dijalani mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Ia mengajak para lulusan untuk menghadapi tantangan kehidupan dengan ketulusan, pikiran positif, dan sikap yang bertanggung jawab. Kemampuan berkomunikasi memang dapat membentuk kesan pertama dalam hubungan profesional, tetapi karakter dan integritas seseorang pada akhirnya tercermin melalui konsistensi tindakan serta komitmen terhadap tanggung jawab.
Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), teknologi digital, dan perubahan regulasi, Agung mendorong para lulusan untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, serta mengembangkan keunggulan diri tanpa mengabaikan prinsip moral dan etika profesi.
Sementara itu, Ketua Ombudsman RI, Nuzran Joher, memaparkan penguatan tata kelola kelembagaan melalui mekanisme pengambilan keputusan secara kolektif-kolegial.
Dalam penjelasannya, Nuzran menyampaikan bahwa mekanisme tersebut menekankan pembahasan melalui rapat pleno agar para komisioner mengetahui dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Ia juga menjelaskan perbedaan pendekatan tersebut dengan praktik sebelumnya sebagaimana dipaparkan dalam kegiatan itu.
Selain itu, Nuzran menyampaikan komitmen para komisioner melalui penandatanganan pakta integritas serta membagikan pengalaman inspeksi mendadak Ombudsman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cibinong sebagai bagian dari pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik.
Paparan kedua narasumber menegaskan bahwa integritas bukan hanya menjadi fondasi pembentukan karakter individu, melainkan juga unsur penting dalam mewujudkan tata kelola kelembagaan yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.
Menutup pesannya, Agung mengingatkan para lulusan agar senantiasa menjaga hubungan baik, membangun kepercayaan, serta berupaya memberikan manfaat bagi orang lain.
Ia menekankan bahwa perjalanan hidup dan karier tidak selalu dapat diprediksi. Karena itu, ketulusan dalam membantu sesama, konsistensi menjaga integritas, dan kesediaan menjalankan tanggung jawab merupakan modal berharga dalam menghadapi masa depan.
Melalui kegiatan ini, FH UNAS diharapkan dapat membekali para lulusannya dengan kesiapan menghadapi dinamika dunia profesi, sekaligus menanamkan kesadaran bahwa keberhasilan karier perlu berjalan beriringan dengan etika, integritas, dan pengabdian kepada masyarakat.
(Chairul)

