Apel Perdana Kapolda Bali Pasma Royce: Integritas Harga Mati, Narkoba Diburu hingga Bandar Utama

NUSAMEDIANEWS.COM|DENPASAR – Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., menegaskan komitmennya memperkuat integritas personel, memberantas peredaran gelap narkoba hingga ke jaringan utama, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin apel perdana di halaman Mapolda Bali, Senin (19/10/2026), pukul 07.30 Wita.
Dalam arahannya, Pasma Royce menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polda Bali atas dedikasi, loyalitas, dan pelaksanaan tugas selama ini. Ia menilai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bali secara umum tetap aman dan kondusif berkat kerja keras seluruh jajaran.
Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian positif tersebut tidak membuat personel berpuas diri. Evaluasi dan pembenahan harus terus dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kepolisian yang optimal.
“Capaian yang sudah baik agar dijaga dan dilanjutkan, sedangkan yang masih kurang agar diperbaiki. Kita harus terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.




Kepercayaan Publik Jadi Modal Utama
Kapolda Bali menekankan bahwa tugas Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban. Setiap personel harus mampu menghadirkan negara melalui penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, serta pelayanan yang profesional dan humanis.
Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal utama Polri dalam menjalankan tugas. Kepercayaan tersebut harus dibangun melalui tindakan nyata, ketegasan yang terukur, serta penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu.
“Sebagai insan Bhayangkara, tugas kita bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi memastikan masyarakat merasakan kehadiran negara melalui pemeliharaan kamtibmas, penegakan hukum, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Ingat, kepercayaan publik adalah modal utama Polri,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Bali merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Karena itu, seluruh jajaran harus peka terhadap dinamika situasi, mampu mendeteksi potensi gangguan sejak dini, serta mengambil langkah penanganan secara cepat dan tepat.
Antrean BBM Membaik, Pengawasan Tidak Boleh Kendur
Selain kamtibmas, perkembangan ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali turut menjadi perhatian Kapolda.
Ia menyampaikan bahwa antrean BBM di sejumlah wilayah mulai berkurang dan berangsur mendekati kondisi normal. Pasma Royce mengapresiasi personel yang terlibat dalam pengamanan serta penanganan situasi tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa kondisi yang mulai membaik harus tetap diikuti pengawasan berkelanjutan. Personel diminta memantau antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), memastikan ketersediaan stok, serta mengawal kelancaran distribusi BBM dari depo hingga ke SPBU.
“Jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga. Pertahankan situasi yang sudah membaik, lakukan pemantauan secara berkelanjutan, dan pastikan distribusi BBM berjalan lancar. Koordinasi dengan seluruh pihak terkait harus terus diperkuat,” pesannya.
Pengawasan tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas situasi di tengah masyarakat sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali gangguan distribusi.
Narkoba Diburu hingga Jaringan Utama
Dalam arahannya, Kapolda Bali juga menegaskan komitmen pemberantasan peredaran gelap narkoba. Ia meminta jajaran tidak berhenti pada penindakan terhadap pelaku di tingkat bawah, tetapi juga mengembangkan pengungkapan perkara untuk menelusuri jaringan yang lebih besar, termasuk bandar utama.
Ia menegaskan tidak boleh ada ruang bagi penyalahgunaan kewenangan, praktik ilegal, keterlibatan anggota dalam jaringan narkoba, maupun pelanggaran disiplin di lingkungan Polri.
“Integritas adalah harga mati. Tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan kewenangan, praktik ilegal, narkoba dan pelanggaran disiplin,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kewenangan kepolisian merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, berlandaskan hukum, serta menjunjung tinggi etika profesi.
Reward and Punishment Ditegakkan
Untuk memperkuat profesionalisme dan kedisiplinan organisasi, Pasma Royce juga menegaskan penerapan prinsip reward and punishment di lingkungan Polda Bali.
Personel yang menunjukkan prestasi, dedikasi, inovasi, dan kinerja positif akan memperoleh apresiasi. Sebaliknya, anggota yang terbukti melakukan pelanggaran akan diproses dan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Kebijakan tersebut diharapkan mendorong seluruh personel meningkatkan kualitas kerja, menjaga integritas, dan menghindari segala bentuk pelanggaran.
Melalui apel perdana tersebut, Kapolda Bali menekankan bahwa keamanan yang kondusif harus berjalan beriringan dengan integritas aparat dan pelayanan publik yang berkualitas.
Pesannya jelas: kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui tindakan nyata, pemberantasan narkoba harus menyasar jaringan utama, dan setiap anggota Polri wajib mempertanggungjawabkan kewenangan yang dimilikinya.
(Chairul)

