Gubernur Koster Siapkan Grand Desain Akses Bandara Ngurah Rai, Water Taxi Ditargetkan Beroperasi 2027
NUSAMEDIANEWS.COM | BADUNG – Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan rencana induk penguatan akses transportasi menuju dan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Program ini mencakup penataan jalur darat, pengembangan jaringan pelabuhan, hingga layanan taksi laut (water taxi) sebagai solusi mengatasi kemacetan yang semakin terasa di kawasan Bali Selatan.
Rencana tersebut disampaikan saat Koster menjadi pembicara dalam Forum Diskusi Terfokus (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi yang digelar di Kharisma Ballroom Kartika Plaza, Badung, pada Senin (15/6/2026).

Menurut Koster, kemacetan menuju bandara tidak dapat ditangani secara parsial, melainkan harus dilihat secara menyeluruh karena kepadatan di Badung, Denpasar, dan sekitarnya saling berkaitan. “Perlu pemetaan dan pengaturan alur lalu lintas yang terintegrasi agar pergerakan kendaraan lebih lancar,” tegasnya.
Pengembangan ini sejalan dengan pembangunan infrastruktur darat dan laut. Ia menyebut telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, di mana proses pelelangan proyek direncanakan dimulai akhir tahun ini, dengan target operasional pada 2027.

Salah satu poin penting adalah pembangunan pelabuhan logistik yang telah mendapat persetujuan pemerintah pusat. Fasilitas ini bertujuan mengurangi beban kendaraan berat dari arah Ketapang, sehingga tidak semua truk melintasi jalur darat Gilimanuk, melainkan dapat dialihkan melalui jalur laut.
Selain itu, sejumlah pelabuhan strategis akan dikembangkan: Pelabuhan Celukan Bawang diperluas untuk melayani kapal pesiar, penumpang, dan logistik; disusul pengembangan di Sangsit, Amed, hingga Pesinggahan, Klungkung. Tujuannya agar arus barang dan penumpang tidak lagi terpusat hanya di Denpasar dan Badung.
Inovasi lain yang ditargetkan adalah layanan water taxi, yang akan menghubungkan kawasan wisata seperti Nusa Dua dan Canggu langsung ke Bandara Ngurah Rai serta titik-titik lain di Bali Selatan. “Pelelangan tahun ini, pengerjaan sekitar satu tahun, diharapkan beroperasi 2027. Ini akan sangat mengurangi kemacetan di jalan raya,” jelas Koster.

Ia juga menekankan perlunya peningkatan layanan di dalam kawasan bandara, mulai dari akses masuk, pintu tol, hingga sistem parkir agar proses perjalanan penumpang menjadi lebih cepat dan efisien.
Koster mendukung penuh hasil kajian dalam FGD ini, namun mengingatkan agar rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya menjadi dokumen semata, melainkan segera diwujudkan dalam tindakan nyata.
Forum ini dihadiri oleh perwakilan InJourney Airports, Dinas Perhubungan se-Bali, instansi terkait, serta pakar transportasi. Diharapkan rencana ini mewujudkan sistem mobilitas yang terpadu, mengurangi kemacetan, serta mendukung kenyamanan wisatawan dan masyarakat Bali.
(Anugrah Arifanto)
