Hari Ketujuh Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Medewi, Operasi SAR Resmi Ditutup
NUSAMEDIANEWS.COM | JEMBRANA – Tim SAR gabungan yang terdiri dari Sat Polairud Polres Jembrana, Basarnas Jembrana, dan TNI AL Pengambengan melaksanakan pencarian hari ketujuh terhadap Asmuri (44), nelayan asal Banjar Pesinggahan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, yang dilaporkan jatuh ke laut saat melaut.


Pencarian berlangsung Jumat (7/8/2026) pukul 07.00–12.30 Wita, menyisir perairan Medewi, Pulukan, hingga Pekutatan, baik menggunakan kapal maupun penyisiran sepanjang garis pantai. Korban diketahui jatuh ke laut saat melaut dengan jukung bernama Ridho Ilahi, berwarna hijau dengan katir putih-merah. Hingga batas waktu berakhir, korban belum ditemukan.
Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta, S.Sos., menyampaikan seluruh unsur telah berupaya maksimal memperluas area pencarian.
“Pencarian hari ketujuh telah kami laksanakan menyisir perairan dan pesisir Medewi, Pulukan, Pekutatan. Namun hingga berakhir, korban belum ditemukan,” ujarnya.
Sesuai standar operasional prosedur, operasi pencarian resmi ditutup setelah tujuh hari pelaksanaan. Meski demikian, informasi kejadian tetap disebarluaskan kepada masyarakat pesisir. Siapa pun yang menemukan tanda-tanda keberadaan korban diimbau segera melapor ke aparat terdekat atau hubungi Layanan Polisi 110 yang beroperasi 24 jam secara gratis.
Sat Polairud juga mengingatkan para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan, memperhatikan kondisi cuaca, dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut. Polres Jembrana berkomitmen terus menjaga keselamatan dan keamanan wilayah pesisir Kabupaten Jembrana.
Reporter: Kariani
#PencarianNelayan #SARGabungan #Medewi #KeselamatanMelaut #Jembrana
—
