Kantor Pangulu Silakkidir Tutup Saat Jam Kerja, Warga Kecewa

NUSAMEDIANEWS.COM | SIMALUNGUN — Pelayanan publik di Kantor Pangulu Silakkidir, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun, menjadi sorotan setelah kantor pemerintahan nagori tersebut diketahui dalam kondisi tertutup pada Kamis, 1 Oktober 2026, saat jam kerja berlangsung.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan sejumlah warga yang datang untuk mendapatkan pelayanan administrasi. Berdasarkan pantauan dan informasi yang diterima di lapangan, pintu kantor tampak terkunci dan tidak terlihat adanya perangkat nagori yang berada di lokasi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Camat Berikan Klarifikasi
Menanggapi keluhan tersebut, Camat Hutabayu Raja, Ferry Risdonni Sinaga, S.H., M.H., memberikan klarifikasi mengenai tidak adanya aparatur di Kantor Pangulu Silakkidir.
Menurut keterangan Camat, pada saat itu seluruh aparatur pemerintahan nagori sedang tidak berada di kantor karena mengikuti kegiatan gotong royong massal.
Kegiatan gotong royong tersebut pada dasarnya merupakan kegiatan positif yang bertujuan memperkuat kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Namun demikian, kondisi kantor pelayanan yang tutup total pada jam kerja tetap menjadi perhatian masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan pelayanan administrasi pada hari tersebut.
Warga Soroti Sistem Pelayanan

Sejumlah warga berharap kegiatan pemerintahan di lapangan tidak sampai mengganggu pelayanan publik. Mereka menilai diperlukan pengaturan atau pembagian tugas, misalnya melalui sistem piket, sehingga tetap ada aparatur yang berada di kantor untuk melayani masyarakat ketika sebagian perangkat nagori mengikuti kegiatan di luar kantor.
Pelayanan publik merupakan salah satu tugas utama pemerintahan nagori. Karena itu, masyarakat berharap ke depan setiap kegiatan pemerintahan dapat diatur sedemikian rupa agar pelayanan administrasi kepada warga tetap berjalan.
Persoalan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Nagori Silakkidir maupun Kecamatan Hutabayu Raja, sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi dan masyarakat tetap memperoleh kepastian pelayanan pada hari dan jam kerja.
(M. Nainggolan)

