Kena Karma! Mau Narik Kendaraan di Bali, Kolektor Asal Surabaya Justru Mobilnya Diamankan Tim Kolektor Bali

NUSAMEDIANEWS.COM, DENPASAR – Sebuah peristiwa ironis dan penuh pelajaran terjadi di Denpasar, Bali. Sekelompok orang yang diduga merupakan gerombolan kolektor penarik kendaraan asal Surabaya justru mengalami nasib naas. Berniat melakukan penarikan kendaraan di Pulau Dewata, kendaraan yang mereka gunakan justru diamankan oleh tim kolektor Bali yang bekerja sama dengan pihak perusahaan pembiayaan keuangan.

Peristiwa ini melibatkan lima orang yang mengaku berasal dari Surabaya, bernama Agung, Rengga, Samboja, Zali, dan Robby. Mereka datang ke Bali menggunakan mobil Daihatsu Xenia berwarna putih dengan nomor polisi W 1506 BZ. Namun, terungkap bahwa kendaraan yang mereka gunakan itu ternyata berstatus kredit macet dan sudah tidak ada pembayaran selama kurang lebih dua tahun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, mobil Xenia tersebut sebelumnya diduga diambil secara paksa di wilayah Jawa Timur tanpa dilengkapi surat kuasa penarikan resmi atau surat perintah dari perusahaan pembiayaan manapun. Dugaan ini semakin kuat setelah salah satu dari rombongan tersebut mengakui bahwa kendaraan itu diambil karena berkaitan dengan utang seorang teman.

Saat kendaraan diperiksa dan digeledah, ditemukan sejumlah barang bukti yang mengundang tanya. Di dalam kabin terdapat minuman keras merek Draft dan satu dus Bintang, tiga pasang sepatu, kartu e-toll, alat pengisi daya beserta kabel, hingga sembilan lembar surat perintah penarikan dari Moladin Finance.

Kronologi lengkap bermula pada Rabu, 27 Mei 2026, di kawasan Jalan Imam Bonjol Gang Rahayu No.16A, Pemecutan Klod, Denpasar Barat. Tim kolektor Bali memantau kendaraan tersebut yang terparkir di kawasan Apartemen TAT Ambengan Tenten.

Setelah memastikan keberadaan unit, tim segera berkoordinasi dengan pihak TAF Finance untuk menerbitkan surat kuasa dan berkas resmi pengamanan kendaraan. Setelah dokumen lengkap, tim bergerak mendatangi lokasi. Namun situasi berubah menjadi panas saat diketahui bahwa orang yang membawa kendaraan bukanlah nasabah asli, dan kendaraan tersebut sudah berpindah tangan secara tidak sah.

Bahkan dalam rekaman video yang beredar, pihak pembawa kendaraan sempat mengakui secara lisan bahwa Daihatsu Xenia ini diambil secara paksa dari nasabah di Jawa.

Ketika hendak diamankan, rombongan asal Surabaya ini beberapa kali berusaha pergi mennggalkan lokasi. Sumber di lapangan menyebutkan, sebelum pergi, salah satu anggota rombongan sempat menawarkan uang “uang rokok” sebesar Rp1,5 juta kepada tim Bali agar dilepaskan. Namun tawaran itu ditolak mentah-mentah dan dianggap sebagai upaya menyuap.

Tak hanya itu, salah satu pria dari Surabaya itu diketahui berusaha membawa nama besar dengan mengaku memiliki keluarga berpangkat “bintang dua di Mabes” Polri. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tekanan psikologis agar tim Bali mengurungkan niat mengamankan kendaraan.

Karena rombongan tersebut kabur dan tidak kunjung kembali, tim Bali bersama pihak TAF Finance tetap mengambil langkah hukum. Kendaraan akhirnya diamankan dan dibawa ke gudang penyimpanan sesuai arahan perusahaan pembiayaan, termasuk melakukan pembuatan kunci duplikat.

Ironisnya, pada malam harinya sekitar pukul 22.28 WITA, tiga orang dari rombongan tersebut yakni Agung, Rengga, dan Samboja justru melapor ke Polda Bali. Mereka melapor dengan dalih bahwa mobil yang mereka bawa telah dicuri oleh orang yang tidak dikenal.

Padahal menurut keterangan di lapangan, kendaraan tersebut sama sekali tidak dicuri, melainkan diamankan secara prosedural berdasarkan koordinasi dan surat resmi dari pemilik hak kendaraan karena statusnya yang bermasalah.

Peristiwa ini juga menyeret keterlibatan petugas keamanan Apartemen The Ambengan Tenten. Namun pihak keamanan justru dinilai sudah bekerja sangat profesional. Awalnya petugas keamanan sempat melarang interaksi antar kedua belah pihak. Baru setelah dilakukan koordinasi dengan Babinsa dan diperlihatkan dokumen lengkap pengamanan, petugas memberikan izin namun tetap mengawasi ketat jalannya kejadian.

Anehnya, pihak rombongan Surabaya justru menuduh petugas keamanan bersekongkol dengan tim Bali. Mereka bahkan sempat berteriak-teriak meminta polisi membawa petugas keamanan ke Polda Bali. Salah satu saksi bernama Komang mengaku heran dengan sikap dan kelakuan rombongan tersebut.

“Kalau memang mobil itu kredit macet sudah dua tahun, dan mereka mengaku mengambil paksa di Jawa, kenapa malah dibawa jalan-jalan ke Bali? Kenapa tidak langsung diserahkan saja ke perusahaan pembiayaan yang berhak? Ini yang jadi pertanyaan besar kami semua,” ungkap Komang.

Kasus ini kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat maupun pelaku usaha pembiayaan kendaraan. Banyak pihak menilai kejadian ini sebagai sebuah ironi besar atau “karma jalanan”, di mana kelompok yang biasa melakukan penarikan kendaraan dengan cara-cara yang dianggap tidak wajar, kini mengalami nasib yang sama persis saat melintas di wilayah hukum Bali.

Media ini senantiasa menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sesuai peraturan pers yang berlaku. (Gusti)

  • nusamedia

    Bersama Menyuarakan Rakyat

    Related Posts

    Silaturahmi di Bumi Akmil, Ketum SKP Andreas Sumual dan Sekjen Meiske Lainsamputty Temui Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Tilaar, Perkuat Sinergi Kebangsaan

    NUSAMEDIANEWS.COM, MAGELANG – Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Setya Kita Pancasila (SKP) melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus tukar pikiran ke Akademi Militer (Akmil) Magelang. Rombongan organisasi kemasyarakatan tersebut dipimpin langsung oleh…

    Continue reading
    Mobil BMW Salah Parkir di Depan Shanghai Park, Mau “Didenda” 200 Juta? Ini Kronologi Versi Pemilik Kendaraan

    NUSAMEDIANEWS.COM, SURABAYA – Insiden cekcok dan keributan yang terjadi di kawasan Shanghai Park, Pakuwon City, Surabaya, pada 28 April 2026 lalu, masih terus menjadi sorotan publik. Berbagai versi bermunculan, namun…

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Silaturahmi di Bumi Akmil, Ketum SKP Andreas Sumual dan Sekjen Meiske Lainsamputty Temui Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Tilaar, Perkuat Sinergi Kebangsaan

    Silaturahmi di Bumi Akmil, Ketum SKP Andreas Sumual dan Sekjen Meiske Lainsamputty Temui Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Tilaar, Perkuat Sinergi Kebangsaan

    Mobil BMW Salah Parkir di Depan Shanghai Park, Mau “Didenda” 200 Juta? Ini Kronologi Versi Pemilik Kendaraan

    Mobil BMW Salah Parkir di Depan Shanghai Park, Mau “Didenda” 200 Juta? Ini Kronologi Versi Pemilik Kendaraan

    Pemungut Sampah Temukan Proyektil Bekas Tajam di Depan SPBU Singkalan Balongbendo

    Pemungut Sampah Temukan Proyektil Bekas Tajam di Depan SPBU Singkalan Balongbendo

    Mengurai Pemahaman Publik: Anggaran Ada, Pekerjaan Bertahap, Itu Cara Kerja Uang Negara

    Mengurai Pemahaman Publik: Anggaran Ada, Pekerjaan Bertahap, Itu Cara Kerja Uang Negara

    DPC Partai Demokrat Banyuwangi Sembelih Sapi Kurban di Lapangan AHY FC, Wujud Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

    DPC Partai Demokrat Banyuwangi Sembelih Sapi Kurban di Lapangan AHY FC, Wujud Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

    Direktur BUMDes Marindal 1 Buka Suara Bantah Tudingan Kades: Dana Rp255 Juta Lebih Sudah Ditarik Kembali Pihak Desa

    Direktur BUMDes Marindal 1 Buka Suara Bantah Tudingan Kades: Dana Rp255 Juta Lebih Sudah Ditarik Kembali Pihak Desa