Letjen I Nyoman Cantiasa: PHDI Harus Jadi Rumah Besar Umat Hindu, Kepentingan Umat di Atas Segala-galanya
NUSAMEDIANEWS.COM | JAKARTA — Ketua Panitia Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han), menitipkan pesan kepada seluruh umat Hindu di Indonesia agar PHDI ke depan benar-benar menjadi rumah besar yang mampu melindungi, mengayomi, serta menjadi tempat umat menaruh harapan.

Pesan tersebut disampaikan Cantiasa di sela-sela persiapan Mahasabha XIII PHDI yang dijadwalkan berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di Jakarta.
“Kita berharap ke depan PHDI ini menjadi rumah besar umat Hindu. Apa itu rumah besar bagi umat Hindu, ya jadi PHDI ini adalah tempat perlindungan, tempat pengayoman, tempat umat Hindu berharap banyak, ya ke depan kita akan ke mana,” ujar Cantiasa.
Mahasabha XIII PHDI merupakan forum tertinggi organisasi yang akan membahas arah dan masa depan PHDI. Kegiatan tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 700 peserta, mulai dari pengurus daerah, cendekiawan hingga tokoh agama.
Persiapan Mahasabha telah dilakukan secara intensif. Sejumlah forum group discussion (FGD) juga digelar di berbagai daerah, termasuk Palu, Sulawesi Tengah, sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan umat beragama serta membahas peran strategis PHDI dalam menjaga perdamaian.
Panitia juga telah melakukan audiensi dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar pada 10 September 2026 di Kementerian Agama untuk menyampaikan perkembangan persiapan Mahasabha sekaligus membangun sinergi terkait berbagai persoalan keumatan.
Kepentingan Umat di Atas Kepentingan Kelompok
Cantiasa menegaskan bahwa kepentingan umat harus menjadi landasan utama dalam perjalanan PHDI ke depan. Ia mengajak seluruh elemen umat Hindu mengesampingkan ego kelompok maupun golongan.
“Intinya adalah kepentingan umat di atas segala-galanya. Itu saya titip. Saya selaku ketua panitia titip kepada seluruh masyarakat Hindu di mana pun berada, mari kita kepentingan umat di atas segalanya,” tegasnya.
Menurut Cantiasa, kesamaan pola pikir untuk menempatkan kepentingan umat sebagai prioritas dapat mencegah munculnya ego sektoral, termasuk perasaan dikalahkan atau tidak diterimanya sebuah masukan.
“Kalau jiwa kita, pikiran kita, mindset kita bahwa ini semuanya kepentingan umat, itu selesai semuanya. Tidak ada nanti bahasa ego, merasa dikalahkan, merasa kok tidak diterima masukan saya. Tapi kalau kita berpikir tentang kepentingan umat itu semua akan selesai,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh panitia dan peserta Mahasabha XIII untuk membawa semangat baru dalam menentukan arah PHDI ke depan.
“Make Impossible, Be possible. Buatlah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Nanti akan sukses kalau kita mau. Yang penting semua umat, semua yang hadir dalam pikiran semua berpikir ini untuk kepentingan umat. Ini Hindu mau dibawa ke mana? Ini PHDI mau dibuat apa ke depan?” pungkasnya.
Reporter: Chairul
#NusamediaNews #PHDI #MahasabhaXIII #UmatHindu #NyomanCantiasa
