
NUSAMEDIANEWS.COM, PEJARAKAN – Suasana malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Adha di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, berlangsung sangat meriah, tertib, dan aman, Selasa (26/5/2026). Umat muslim setempat menggelar berbagai kegiatan pawai dan arak-arakan sebagai wujud sukacita menyambut hari raya kurban, yang turut dihadiri dan didukung oleh seluruh elemen masyarakat serta pemangku kepentingan desa.
Kemeriahan malam takbiran tampak jelas saat rombongan arak-arakan berjalan mengelilingi jalan-jalan utama desa. Kegiatan ini dimeriahkan dengan penampilan parade drum band tradisional serta barisan pawai bernuansa keagamaan, menciptakan suasana religius namun tetap kental dengan sentuhan budaya lokal Bali. Warga tampak antusias menyaksikan dan ikut berpartisipasi, menjadikan momen ini sebagai ajang silaturahmi yang hangat di tengah masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Perbekel Desa Pejarakan, Made Astawa, turut hadir dan memberikan sambutan sekaligus ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha bagi seluruh umat muslim. Ia mengapresiasi semangat kebersamaan dan jiwa toleransi yang telah tertanam kuat secara turun-temurun di tengah masyarakat Desa Pejarakan, wilayah Bali, maupun Indonesia pada umumnya.
Made Astawa menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan kekayaan terbesar bangsa yang wajib dijaga bersama. Menurutnya, keberagaman yang hidup berdampingan secara damai menjadi ciri khas masyarakat yang beradab dan menjunjung tinggi persatuan.
“Jiwa toleransi yang kita miliki ini adalah pondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Inilah yang harus terus kita jaga, kita pupuk, dan kita praktikkan bersama-sama dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari,” tegas Made Astawa di hadapan warga.
Keamanan dan ketertiban selama rangkaian kegiatan malam takbiran ini pun dipastikan terjaga dengan baik. Pengamanan dilakukan secara kolektif dan terpadu yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel Kepolisian Polsek Gerokgak, Koramil Gerokgak, barisan Banser, Ansor, Hansip, hingga Pecalang setempat. Sinergi antarunsur keamanan ini membuat perayaan berjalan lancar, kondusif, dan bebas dari gangguan apapun.
Momen ini kembali menegaskan citra Desa Pejarakan sebagai wilayah yang tidak hanya kaya akan budaya, namun juga memiliki kedewasaan sosial yang tinggi dalam menjaga kerukunan hidup antarumat beragama, sejalan dengan semangat kebhinekaan yang menjadi identitas asli masyarakat Bali. (Kadek Ariawan)







