Pencarian Dua Bocah Terseret Arus di Pantai Kuta Terus Berlanjut, Tim SAR Gabungan Perluas Area Penyisiran
NUSAMEDIANEWS.COM | BADUNG – Tim SAR Gabungan terus mengerahkan upaya maksimal untuk mencari dua anak yang terseret arus laut saat bermain di kawasan Pantai Kuta, tepatnya di depan Smelter Patung Baruna, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Hingga Rabu (10/6/2026) petang, pencarian belum membuahkan hasil dan akan dilanjutkan dengan memperluas jangkauan penyisiran.
Kedua korban diidentifikasi bernama AA (13 tahun), pelajar kelas 1 SMP, dan NAS (8 tahun), pelajar kelas 1 SD. Keduanya dilaporkan hanyut terbawa arus pada Minggu (7/6/2026), dan sejak saat itu menjadi fokus utama operasi pencarian bersama.

Memasuki hari keempat pencarian, operasi melibatkan berbagai unsur gabungan: personel Pos Polairud Kuta dan Kedonganan, Unit Gakkum Satpolairud Polresta Denpasar, Tim SAR Dit Samapta Polda Bali, Ditpolairud Polda Bali, Basarnas Denpasar, TNI Angkatan Laut, serta tim Balawista Kuta.
Berbagai sarana pendukung dikerahkan, antara lain helikopter SGI Benoa, Rapid Deployment Land SAR Unit, kapal Rigid Buoyancy Boat, perangkat pendeteksi bawah air Aqua Eye, drone termal, peralatan pencarian, perlengkapan medis, dan sistem komunikasi.
Pencarian dilakukan secara menyeluruh melalui tiga jalur: laut, udara, dan pesisir. Tim kapal menyisir perairan hingga jarak sekitar enam mil dari garis pantai, sementara helikopter melakukan pemantauan dari udara. Di darat, personel menyisir sepanjang bibir pantai ke arah utara dari lokasi kejadian.

Operasi berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WITA, disesuaikan dengan kondisi cuaca, gelombang, dan angin. Namun, hingga sore hari kedua bocah belum berhasil ditemukan.
Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menyatakan seluruh unsur terus bekerja optimal. “Pencarian dilakukan secara intensif di laut, udara, dan pesisir. Meski belum ditemukan, upaya akan terus dilanjutkan dengan memperluas area. Kami juga mengapresiasi dukungan seluruh tim dan masyarakat,” ujarnya.
Meskipun operasi utama dihentikan sementara saat malam hari demi keamanan, personel tetap melakukan pemantauan terbatas di sepanjang pantai untuk mengantisipasi kemungkinan.
Di sela pencarian, petugas juga memberikan pendampingan emosional kepada keluarga korban yang terus menunggu di lokasi. Sebuah ruangan sementara telah disediakan di area sekitar Patung Baruna sebagai tempat istirahat dan menunggu perkembangan informasi.
Pencarian dijadwalkan dilanjutkan kembali pada Kamis (11/6/2026) dengan jangkauan wilayah yang diperluas untuk meningkatkan peluang menemukan kedua korban.
(Simson)
