Nusamedia Bali

Pentingnya Bandara Internasional Buleleng: Kunci Kemandirian dan Menghentikan Eksodus Pemuda

NUSAMEDIANEWS.COM | BULELENG – Gagasan mendesak pembangunan Bandara Internasional di wilayah Buleleng mengemuka sebagai solusi strategis atas persoalan mendasar yang dihadapi Bali bagian utara: hilangnya kemandirian dan eksodus tenaga kerja muda yang terus berlanjut. Pandangan ini disampaikan oleh Anak Agung Ngurah Ugrasena serta tokoh masyarakat lainnya yang mengajak para pemimpin daerah berpikir melampaui sekadar konektivitas fisik ke selatan.

Bukan Sekadar Infrastruktur, Tapi Kemandirian

Ugrasena menilai bahwa fokus pada pembangunan jalan atau kereta api yang menghubungkan Buleleng dengan Denpasar dan Badung adalah pola pikir yang keliru dan naif. Hal ini justru memperkuat ketergantungan, bukan membangun kemandirian ekonomi, budaya, maupun politik bagi Buleleng.

“Persoalan riil Buleleng adalah hilangnya generasi muda. Hampir 3.000 tenaga kerja produktif setiap tahun pergi meninggalkan akar budayanya demi mencari penghidupan yang layak—baik ke selatan maupun ke luar negeri,” tegasnya.

Bandara sebagai Pintu Gerbang Kebangkitan

Menurutnya, Buleleng memiliki segala potensi: kekayaan alam, seni, budaya, dan kuliner yang unik dan tak kalah dari daerah lain. Namun potensi tersebut terpendam karena terbatasnya akses global. Bandara Internasional Buleleng dianggap sebagai pintu gerbang nyata yang akan membawa dampak langsung:

  • Membuka Bali Utara bagi wisatawan dunia;
  • Menggairahkan ekonomi lokal dan pelestarian budaya asli;
  • Menciptakan lapangan kerja sehingga generasi muda kembali berakar di kampung halaman;
  • Mewujudkan kemandirian sejati tanpa bergantung pada pusat pertumbuhan di selatan.


Suara Masyarakat dan Harapan Bersama

Pandangan ini diperkuat oleh elemen masyarakat lain yang menginginkan perbaikan taraf hidup, bukan proyek infrastruktur yang tidak relevan. Disebutkan pula keberhasilan model pembangunan yang mengubah wilayah pesisir menjadi destinasi kelas dunia sebagai inspirasi.

“Mari buka mata hati, hilangkan ego sentris. Buleleng—Singaraja—memiliki jati diri sendiri. Saatnya bangkit kuat,” ajak Ugrasena. Masyarakat pun berharap di bawah kepemimpinan yang bijak, perjuangan mewujudkan Bandara Internasional Buleleng menjadi jalan keluar dari kemiskinan dan keterbelakangan.

(Kadek Ariawan | Nusamedia)

 

Tagar: #BandaraBuleleng #BaliUtara #KemandirianEkonomi #EksodusPemuda #PembangunanMerata #SingarajaBangkit #AspirasiRakyat #Nusamedia

nusamedia

Bersama Menyuarakan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *