PERESMIAN 1.061 KOPERASI MERAH PUTIH, GUBERNUR KOSTER: BALI SIAPKAN 38 UNIT, AKHIR JULI DITARGETKAN CAPAI 120 UNIT

NUSAMEDIANEWS.COM, BADUNG – Peresmian operasional 1.061 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara nasional digelar Sabtu (16/5/2026). Acara puncak peresmian dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, serta diikuti secara daring oleh seluruh provinsi di Indonesia, termasuk Bali. Di tingkat daerah, peresmian diwakili oleh Koperasi Desa Merah Putih Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Badung, yang dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Gubernur Koster menyampaikan dukungan penuh terhadap keberadaan KDKMP, yang dinilai memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi berbasis kerakyatan sekaligus tulang punggung pemerataan kesejahteraan hingga ke tingkat terbawah.
Dalam laporan kesiapan di Bali, Koster menjelaskan hingga saat ini sudah ada 38 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dinyatakan siap beroperasi. Angka itu baru mencapai 5,3 persen dari total 716 desa dan kelurahan yang ada di Bali. Namun, pembenahan dan persiapan terus digenjot, dengan target akhir Juli 2026 jumlahnya akan melonjak menjadi 120 unit atau setara 17 persen dari total kebutuhan di seluruh Bali.
“Nanti di bulan Juli kita lengkapi persiapan barang dagangan dan kebutuhan operasional koperasi. Kami targetkan di awal Agustus nanti, seluruh koperasi yang sudah terbentuk itu sudah bisa beroperasi penuh dan memberikan pelayanan usaha secara maksimal kepada masyarakat,” ungkap Koster.
Presiden: Koperasi Fondasi Kemandirian Pangan dan Ekonomi Desa




Sementara itu dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa koperasi adalah instrumen utama kemandirian ekonomi rakyat sekaligus fondasi penting dalam pemerataan pembangunan nasional. Ia menekankan ketahanan pangan adalah urusan hidup dan mati sebuah bangsa, dan Indonesia wajib mampu memenuhi kebutuhan pangan lebih dari 280 juta penduduknya dari hasil produksi dalam negeri, tidak bergantung pada impor.
“Kita harus mandiri pangan. Keberhasilan menjamin ketersediaan pangan adalah prestasi besar, dan koperasi ini akan menjadi garda terdepan mewujudkan swasembada itu, demi meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat luas,” tegas Prabowo.
Lebih jauh, Presiden memproyeksikan keberadaan Koperasi Merah Putih akan mendorong perputaran uang yang sangat besar di tingkat desa. Diperkirakan, nilai uang yang beredar melalui mekanisme koperasi dapat mencapai Rp10,8 miliar per tahunnya di setiap desa. Selain itu, koperasi ini juga menjadi wadah penyaluran kredit-kredit murah bagi rakyat agar ekonomi desa tumbuh mandiri dan tidak bergantung pada pihak luar.
“Melalui Koperasi Merah Putih, kita salurkan kredit murah, kita serap hasil bumi petani, dan kita jual kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Dengan ini, pertumbuhan ekonomi kita akan nyata, dan setiap desa akan maju serta mampu berdiri di atas kakinya sendiri,” tambah Prabowo.
Layanan Lengkap Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat
Ke depannya, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menyediakan beragam layanan strategis yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Layanan tersebut meliputi penjualan sembako bersubsidi, penyaluran LPG dan pupuk bersubsidi, fasilitas kredit usaha rakyat dengan bunga rendah, layanan logistik, penyaluran bantuan sosial pemerintah, penyerapan hasil panen gabah dari petani, hingga penyediaan obat-obatan dengan harga murah dan terjangkau.
Dengan fasilitas lengkap tersebut, keberadaan koperasi diharapkan menjadi solusi menyatukan rantai pasok kebutuhan pokok sekaligus memastikan hasil produksi warga desa memiliki nilai jual dan pasar yang jelas.
(Kadek Ariawan)
