PMR Wira SMA Negeri 2 Tabanan Diajak Amalkan Tri Bhakti PMR dan Peduli Persoalan Sampah
NUSAMEDIANEWS.COM | TABANAN – Wakil Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tabanan, I Wayan Ariasa, mengajak seluruh anggota Palang Merah Remaja (PMR) Wira SMA Negeri 2 Tabanan untuk tidak hanya menghayati, tetapi juga mengamalkan Tri Bhakti PMR dalam setiap langkah kehidupan, baik di lingkungan sekolah maupun bermasyarakat. Ajakan ini disampaikan saat memberikan sambutan dalam acara penutupan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembinaan Keterampilan Siswa (PKS) dan PMR Wira yang berlangsung di aula sekolah setempat, Minggu (7/6/2026).

Menurut Ariasa, tantangan kemanusiaan di masa kini telah berkembang luas. Tidak lagi hanya berkutat pada masalah kesehatan atau kebencanaan semata, namun juga mencakup persoalan lingkungan hidup. Salah satu isu paling krusial dan mendesak untuk ditangani di Bali, termasuk Kabupaten Tabanan, adalah permasalahan sampah yang membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
“Tri Bhakti PMR harus benar-benar dihayati dan diwujudkan dalam tindakan nyata. Salah satu bentuk pengamalannya adalah dengan menjadi pelopor hidup bersih dan sehat, serta ikut mengedukasi masyarakat luas tentang pentingnya pengelolaan sampah yang benar, dimulai dari sumbernya. PMR harus berani tampil menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” tegas Ariasa.
Ia menambahkan, semangat kemanusiaan yang melekat pada diri setiap anggota PMR dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak besar. Contohnya, dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membiasakan memilah sampah sejak dari rumah atau sekolah, hingga turut aktif bergabung dalam berbagai kegiatan sosial dan aksi pelestarian lingkungan.
Melalui rangkaian kegiatan diklat yang telah dilaksanakan, Ariasa berharap para anggota PKS dan PMR Wira tumbuh memiliki karakter yang disiplin, berjiwa kepemimpinan kuat, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu menjadi teladan bagi pelajar lainnya dalam hal menjaga kesehatan diri, keselamatan bersama, dan kelestarian lingkungan sekitar.
Acara penutupan diklat berlangsung dengan penuh semangat dan kekompakan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembentukan karakter pelajar SMA Negeri 2 Tabanan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas, peduli sesama, dan memiliki jiwa kemanusiaan yang luhur.
(Chairul)
