PT FORJASI LENTERA INDONESIA & LSP TATA SERTIFIKASI KONSTRUKSI MANDIRI GELAR RCC ASESSOR KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI

NUSAMEDIANEWS.COM, SURABAYA – PT FORJASI LENTERA INDONESIA bekerja sama dengan LSP Tata Sertifikasi Konstruksi Mandiri telah sukses menyelenggarakan kegiatan Recognition Current Competency (RCC) bagi para Asesor Kompetensi sektor konstruksi. Kegiatan berlangsung selama dua hari, pada tanggal 19 hingga 20 Mei 2026, bertempat di Hotel Quest Surabaya, dan diikuti oleh 18 orang asesor kompetensi. Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam rangka perpanjangan masa berlaku sertifikat sesuai dengan standar dan regulasi yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Acara pembukaan secara resmi dipimpin oleh Direktur Utama PT FORJASI LENTERA INDONESIA, Rachmatika Ramadhani, S.Psi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum Forum Lintas Rekanan Pengadaan Barang dan Jasa Konstruksi, R. Mohammad Ali, Pengurus PT FORJASI LENTERA INDONESIA, Jazilah, S.E., M.Si., serta Master Asesor BNSP, Dwi Mayasari dan Triyogo.
Dalam sambutannya, Rachmatika Ramadhani menegaskan bahwa pelaksanaan RCC bukan sekadar pemenuhan formalitas prosedural semata, melainkan sebuah proses penjaminan mutu (quality assurance) yang krusial. Tujuannya adalah menjaga kredibilitas sistem sertifikasi nasional sekaligus memastikan para asesor tetap memiliki kompetensi, kemandirian, dan objektivitas yang utuh dalam menjalankan tugas penilaian sertifikasi di lapangan.
“RCC adalah mekanisme vital agar standar kompetensi asesor selalu terjaga. Ini jaminan bahwa setiap penilaian yang dilakukan di industri konstruksi nanti benar-benar sah, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Rachmatika.
Kegiatan ini diselenggarakan berlandaskan pada Pedoman BNSP Nomor 202/BNSP/III/2014 tentang Sertifikasi Kompetensi Kerja, serta Surat Keputusan Ketua BNSP Nomor 140 Tahun 2024 mengenai perubahan atas SK KEP. 2343/BNSP/XI/2023 terkait Modul Pelatihan Asesor Kompetensi dan RCC. Sesuai ketentuan yang berlaku, sertifikat asesor kompetensi memiliki masa berlaku selama 3 tahun. Oleh karena itu, untuk memperpanjang izin penugasan, setiap asesor wajib membuktikan secara dokumen maupun praktik bahwa kompetensi, kinerja, dan integritas profesi masih terjaga dan aktif melalui proses RCC ini.
Persiapan kegiatan telah dilakukan beberapa hari sebelumnya melalui pertemuan daring (zoom meeting), di mana peserta mulai melakukan verifikasi kelengkapan dokumen APL01 dan APL02, serta pembagian kelompok berdasarkan skema sertifikasi yang didampingi langsung oleh Master Asesor BNSP. Hasil dari proses RCC ini nantinya akan menentukan status asesor menjadi “Diperpanjang” atau “Tidak Diperpanjang”, yang didasarkan pada bukti kinerja dan kemampuan yang ditunjukkan selama kegiatan berlangsung. Bagi yang dinyatakan lulus, sertifikat kompetensi akan diperpanjang berlaku untuk 3 tahun ke depan.
Rachmatika kembali mengingatkan, bahwa dalam sistem sertifikasi nasional, hanya asesor yang memiliki sertifikat aktiflah yang dapat ditugaskan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk melakukan asesmen resmi berlisensi BNSP. Mekanisme ketat ini sangat diperlukan guna menjaga kepercayaan dunia industri maupun para peserta sertifikasi terhadap kualitas hasil penilaian yang dikeluarkan.
Dukung Perkembangan Kompetensi Konstruksi Nasional



Selain menjadi penyelenggara kegiatan RCC, PT FORJASI LENTERA INDONESIA dikenal sebagai lembaga yang menyediakan layanan lengkap di bidang perizinan profesi maupun badan usaha sektor konstruksi. Ragam layanan yang disediakan meliputi pengurusan Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi (SKK), Sertifikat Badan Usaha (SBU), SBUJPTL, sertifikasi ISO 9001/14001/45001/37001, perizinan PBG & SLF, SIO & SILO, hingga Sertifikat Kompetensi Listrik SKTTK.
“Kami berkomitmen untuk mempermudah setiap proses perizinan dengan menawarkan harga yang kompetitif serta persyaratan yang disesuaikan sepenuhnya dengan regulasi yang berlaku. Tujuan kami hanya satu, yaitu mendukung peningkatan kompetensi dan daya saing tenaga kerja konstruksi nasional agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” jelas Rachmatika.
Sementara itu, Ketua Umum FORJASI, R. Mohammad Ali, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan langkah nyata yang dilakukan PT FORJASI LENTERA INDONESIA dalam menjaga mutu para asesor. Menurutnya, penguatan kompetensi asesor adalah gerbang utama dan kunci penentu lahirnya tenaga kerja konstruksi yang tersertifikasi, berkompeten, dan siap menghadapi tantangan serta dinamika industri yang terus berkembang.
Kegiatan RCC ditutup dengan harapan besar agar seluruh 18 peserta dinyatakan lulus dan dapat segera melanjutkan peran strategisnya sebagai asesor yang kredibel, berintegritas, dan menjadi pilar penting dalam sistem sertifikasi nasional Indonesia.
Tentang PT FORJASI LENTERA INDONESIAPT FORJASI LENTERA INDONESIA adalah lembaga layanan sertifikasi dan perizinan profesi serta badan usaha, yang bergerak khusus di sektor konstruksi. Lembaga ini berfokus pada peningkatan mutu layanan, kepatuhan terhadap regulasi pemerintah, serta penyederhanaan proses bagi para pelaku usaha dan tenaga kerja konstruksi. (Redho)
