SYARIF BULELENG: GAYA KATA KASAR JADI CIRI KHAS, RAIH 89 RIBU PENGIKUT FB & 75 RIBU TIKTOK BERKAT KEASLIAN

NUSAMEDIANEWS.COM, BULELENG – Rabu, 13 Mei 2026, tepat pukul 13.30 Wita, tim Nusamedia berkunjung langsung ke kediaman konten kreator yang sedang jadi perbincangan hangat dan melejit namanya di jagat maya. Berada di Desa Lebah Siung, Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, kami bertemu dengan sosok di balik akun Syarif Buleleng, pria lokal yang sukses besar hanya bermodalkan keaslian diri dan gaya bicara khas daerahnya.
Siapa sangka, gaya bicaranya yang lugas, tegas, dan kerap menggunakan kata-kata kasar khas logat Buleleng justru menjadi daya tarik utama yang membuat ribuan orang tertawa terhibur dan mengikutinya. Buktinya, kini akun Facebook-nya dibanjiri 89.000 pengikut, sementara di TikTok jumlah penggemarnya telah menembus angka 75.000 pengikut. Angka yang sangat fantastis untuk konten yang dibuat sepenuhnya sederhana dan otodidak.
“Tidak Ada Settingan, Semuanya Murni Dari Hati”
Dalam obrolan santai di teras rumahnya, Pak Syarif menegaskan satu hal: apa yang dilihat penonton di layar HP adalah 100% dirinya yang asli, tanpa rekayasa, tanpa naskah, dan tanpa arahan orang lain.
“Semua yang saya ucapkan, gaya bicara saya, candaan saya, itu semuanya alami, dari hati dan kebiasaan sehari-hari kami di sini. Tidak ada setingan, tidak ada naskah, semuanya saya kerjakan sendiri dari merekam sampai mengedit, otodidak saja,” ujar Pak Syarif dengan nada bicara kental logat Buleleng-nya.
Ia memaklumi jika ada orang dari luar daerah yang menganggap ucapannya kasar atau keras. Namun bagi warga asli Buleleng seperti dirinya, gaya bahasa tersebut adalah bentuk keakraban, keramahan, dan kejujuran yang kental.
“Memang begitulah karakter kami orang Buleleng, terus terang dan apa adanya. Kata-kata yang dianggap kasar itu sebenarnya cara kami bercanda dan akrab satu sama lain. Saya hanya mengemas kebiasaan ini menjadi tontonan yang menghibur,” tambahnya.
Iseng-Iseng Jadi Terkenal, Bangga Kenalkan Budaya Daerah


Perjalanan kariernya sebagai konten kreator bermula dari hal sederhana, hanya ingin menghibur tetangga dan teman dekat. Tanpa latar belakang pendidikan multimedia maupun dukungan tim profesional, video-video pendeknya perlahan menyebar dan disukai banyak orang.
Kini, dengan puluhan ribu pengikut yang setia menantikan karyanya setiap hari, Pak Syarif mengaku sangat bersyukur dan bangga. Baginya, popularitas ini bukan sekadar soal angka, tapi kesempatan emas untuk memperkenalkan karakter unik dan budaya masyarakat Buleleng ke seluruh penjuru Indonesia.
Pesan Sederhana: Jadilah Diri Sendiri
“Saya sangat terharu dan berterima kasih banyak, sudah hampir 90 ribu di FB dan 75 ribu di TikTok yang mendukung. Tentu ada yang suka, ada juga yang mungkin kurang cocok dengan gaya saya, itu hal wajar. Tapi prinsip saya tetap satu: tampil jujur dan jadi diri sendiri,” ungkapnya penuh rasa syukur.
Ke depannya, Syarif Buleleng berjanji akan terus menjaga ciri khasnya, tetap menghibur, dan berkomitmen untuk tidak meninggalkan nilai-nilai norma serta budaya daerah dalam setiap konten yang ia buat.
(Kadek Ariawan)
